Madiun

Banjir Rendam Dua Kecamatan di Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Lebih dari 5 jam sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun terendam banjir. Yang paling parah ada di dua kecamatan, yakni Wungu dan Wonoasri. Banjir merendam puluhan rumah warga sejak Jumat sore (14/2) hingga tadi malam sekitar pukul 22.00.

Di Wonoasri, misalnya. Sedikitnya terdapat tiga dusun di Desa Ngadirejo terdampak banjir akibat luapan air kiriman dari lereng Gunung Wilis. Meliputi Dusun Cambor, Balongkore, dan Pojok. Ketiga dusun itu menjadi titik paling vital banjir. Sebab, tinggi air yang merangsek masuk ke rumah warga dan menggenangi jalan mencapai 30–50 sentimeter. ‘’Air masuk ke rumah sejak pukul 18.30,‘’ kata Dedik Supriyadi, warga Desa Ngadirejo, Wonoasri.

Dampak dari bencana hidrometerologi itu membuat beberapa warga memilih mengungsi. Mereka khawatir ketinggian air makin meningkat seiring belum surutnya debit air sungai yang membentang di wilayah Wonoasri.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi mengatakan, banjir di Desa Ngadirejo terjadi lantaran dua faktor. Selain karena tingginya curah hujan, pada sejumlah saluran air juga terjadi penyumbatan. Kondisi itu membuat air meluap menggenangi jalan dan masuk ke rumah warga. ‘’Penyebab dominan karena curah hujan tinggi. Selain itu, saluran kiri kanan jalan raya, depan rumah warga, banyak yang ditutup tanpa ada bak kontrol,’’ terangnya. (jho/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close