Mejayan

Banjir Masih Mengancam, Dua Tanggul Jebol Tunggu Perbaikan

CARUBAN, Jawa Pos Radar Caruban – Problem pelik mendera Kali Jeroan. Mulai badan sungai menyempit dan dangkal hingga tanggul yang jebol. Sehingga, banjir masih mengancam beberapa desa yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut.

Tanggul ambrol itu di Desa Kedungjati, Kecamatan Balerejo. Panjang yang ambrol sekitar 30 meter. Tingginya sampai 2 meter. Badan tanggul ambrol saat Sungai Jeroan meluap pada 4 April lalu. Namun, kerusakan tanggul itu makin parah pascabanjir dua hari terakhir.

Panjang tanggul yang ambrol bertambah enam meter. Saat itu air sungai mengalir deras membawa material lumpur dan sampah. Sapuan air dari anak sungai Bengawan Madiun itu juga menggerus bangunan dapur rumah warga. ‘’Setelah ambrol yang pertama itu sudah dicek BBWS Bengawan Solo. Tapi, belum ada tindak lanjut sampai sekarang. Ini malah tambah lagi yang ambrol,’’ kata Kepala Desa Kedungjati Agus Purwanto Rabu (15/4).

Tutug sekeluarga yang rumahnya terdampak kerusakan tanggul mulai mengungsi kemarin. Sementara 10 kepala keluarga (KK) lain yang bermukim di dekat lokasi tanggul ambrol makin waswas. ‘’Adanya ambrol tambahan ini membuat warga semakin takut. Satu rumah yang dihuni satu KK sudah mengungsi ke rumah anaknya,’’ terang Agus.

Yang jelas, kata Agus, usulan perbaikan tanggul sudah disampaikan ke pemkab dan BBWS Bengawan Solo. Pemerintah desa (pemdes) tidak bisa berbuat banyak mengatasi persoalan tersebut. Sekalipun itu berupa pembuatan tanggul darurat menggunakan karung berisi pasir. Karena memang bukan kewenangan mereka. ‘’Bisa lebih parah itu, kalau tidak segera diperbaiki. Selain tekstur tanah yang mudah longsor, titik ambrol berada di totokan (tikungan) arus sungai. Jadi, mudah tergerus,’’ paparnya.

Sementara itu, banjir yang terjadi pada Senin malam (13/4) hingga Selasa siang (14/4) juga berdampak pada jebolnya tanggul sungai yang berada di Desa Dimong, Kecamatan Madiun. Badan tanggul ambrol sepanjang 10 meter. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kantor kecamatan setempat mengaku sudah mengetahui jebolnya tanggul tersebut.

Camat Madiun Ambang Prastyo mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan DPUPR untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penanganan sementara dilakukan dengan cara mengeruk material bangunan tanggul yang sudah ambrol untuk kemudian menutup lubang yang menganga. ‘’Tapi, harapannya segera dilakukan perbaikan secara permanen supaya banjir tidak terulang kembali,’’ ujarnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close