Ponorogo

Banjir Bandang Dayakan, 95 Mengungsi, 75 Terisolasi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sedikitnya 95 jiwa warga Dusun Jurang Sempu, Dayakan, Badegan, harus mengungsi. Itu lantaran permukiman mereka diterjang banjir bandang Kamis sore (19/3). Sementara 75 jiwa lainnya di lingkungan Ogal-Agil, dusun setempat, terisolasi. ‘’Tiba-tiba air dari atas perbukitan turun dengan deras,’’ kata Kepala Desa (Kades) Dayakan Saroni Jumat (20/3).

Saroni menceritakan, saat itu hujan dengan intensitas tinggi mengguyur desanya sejak siang hingga sore. Meski begitu, warga tetap beraktivitas seperti biasa. Ketika hujan mulai reda sekitar pukul 17.00, puncak bukit menumpahkan air melalui sungai menuju Jurang Sempu. ‘’Membawa material batu. Ukurannya besar-besar. Pepohonan di tepi sungai juga hanyut,’’ ungkapnya.

Derasnya air sungai menghancurkan jembatan menuju Lingkungan Ogal-Agil. Tak hanya itu, banjir menggenangi beberapa rumah warga. Saroni pun memerintahkan warganya mengungsi. Sebab, dia khawatir banjir bandang bisa memicu longsor. ‘’Kami sudah umumkan untuk mengungsi,’’ ujarnya.

Beruntung kejadiannya sore hari. Sehingga, warga sudah pulang dari kebun. Jika siang hari, kemungkinan mengakibatkan korban jiwa. ‘’Apalagi kejadiannya sangat cepat,’’ imbuh Saroni.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Imam Basori menyebut bahwa fenomena alam itu murni karena tingginya intensitas hujan. Sehingga, debit air sangat tinggi hingga membawa material. Pun keberadaan sungai di bukit kemiringannya cukup tinggi. Sehingga menambah daya rusak terjangan banjir bandang. ‘’Saya kira bukan karena tanah gerak,’’ duganya.

Jembatan menuju Lingkungan Ogal-Agil yang terputus akan diperbaiki. Pihaknya telah diperintah Bupati Ipong Muchlissoni untuk membangun jembatan sementara secepatnya. Konstruksi direncanakan berbahan baja. ‘’Karena jembatan ini hilang, bukan rusak. Jadi, harus membangun baru,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button