features

Bambang Kukuh Manfaatkan Piring sebagai Media Lukisan

Kreativitas Bambang Kukuh seolah bergerak liar. Setelah lama bergelut dengan gambar konvensional, pria itu memanfaatkan piring sebagai media lukisan. Lewat mulut ke mulut dan media sosial, karyanya kini telah merambah berbagai daerah.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

AKTIVITAS Bambang Kukuh membuat lukisan dimulai sejak delapan bulan lalu. Berawal dari sekadar iseng mencoba sesuatu yang baru. ‘’Saya lalu cari referensi. Ketemunya pelukis piring. Cuma, kebanyakan motifnya kartun atau bunga,’’ ujarnya, Rabu (16/6).

Sementara, lukisan piring karya Kukuh yang menggunakan cat akrilik itu lebih untuk segmen dewasa. Yakni, dengan objek wajah, kapal, wayang, hingga pemandangan alam. ‘’Dari awalnya pakai media kanvas, lalu ke piring, tentu saja butuh adaptasi dan eksperimen berkali-kali,’’ tuturnya.

Kini karya Kukuh mulai dilirik banyak orang. Pun, bentuk piring yang digunakan tidak melulu bulat, melainkan ada yang oval maupun persegi. ‘’Untuk jenis piringnya melamin. Kalau pakai yang kaca belum bisa, terlalu licin,’’ terangnya.

Selain lukis akrilik, pria 52 tahun itu kerap mendapat pesanan lukisan pensil di piring. Order tak hanya datang dari kawasan Madiun, melainkan hingga Jakarta. ‘’Selain dari mulut ke mulut, konsumen tahunya dari posting-an saya di media sosial,’’ ungkapnya.

Warga Jalan Siak, Kota Madiun, itu membanderol lukisan piringnya dengan harga bervariasi. Lukisan dengan media piring berukuran standar Rp 100 ribu-Rp 125 ribu. Itu sudah include dengan standing frame-nya. Sedangkan pada piring besar Rp 150 ribu-Rp 175 ribu. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button