Magetan

Baku Hantam Hanya karena Sate

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sate bisa membuat orang saling baku hantam. Seperti insiden antara pengunjung dan pemilik salah satu warung di Telaga Sarangan, Selasa lalu (1/6). Lima orang terluka buntut permasalahan sepele itu. ‘’Pelapornya pemilik warung. Seluruh pihak yang terlibat perkelahian sudah mendapat perawatan di RSUD dr Sayidiman,’’ kata Kapolsek Plaosan AKP Munir Pahlevi, Rabu (2/6).

Insiden baku hantam itu bermula saat Heru Supriatna, 48, warga Palembang, makan di warung milik Suhardi, 53, bersama istri dan ketiga anaknya Selasa sore lalu. Sembari menunggu pesanan jadi, anak Heru ingin makan sate. Heru lantas membelikan empat porsi sate dari pedagang di depan warung Suhardi. ‘’Lalu dimakan di dalam warung Suhardi,’’ ujarnya.

Padahal, warung Suhardi tidak menjual sate. Anti, 50, istri Suhardi, lantas menegur si pedagang sate karena menganggap tindakan itu tidak benar. Rupanya, teguran Anti terhadap pedagang sate itu didengar Lies Mardianingsih, 49, istri Heru. Lies membela si pedagang sate. ‘’Akhirnya cekcok hingga berujung perkelahian antara pengunjung dan pemilik warung,’’ papar Munir.

Lies dan Heru mengalami luka di kepala. Tiga orang lain juga mengalami luka ringan. Munir mengaku telah mencoba memediasi kedua belah pihak. Namun, pengunjung dan pemilik warung sama-sama menolak. Polisi kini masih menunggu hasil visum dalam memproses kasus ini. ‘’Masih pulbaket dan pendalaman. Belum ketemu mana pihak yang bersalah atas insiden ini,’’ pungkasnya. (fat/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button