Ngawi

Bakal Lokasi Proyek Kawasan Industri Ngawi Rawan Kekeringan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemilihan Kecamatan Karanganyar dan Widodaren sebagai bakal lokasi proyek kawasan industri Ngawi dilanda sejumlah persoalan. Salah satunya terkait rawan kekeringan. Padahal, sesuai aturan main Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) 30/2020 tentang Kriteria Teknis Kawasan Peruntukan Industri, ketersediaan sumber bahan baku air menjadi syarat krusial. ‘’Nyaris semua desa potensi tinggi bencana kekeringan saat kemarau,’’ kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Suyanto, Rabu (10/3).

Diketahui, Presiden Joko Widodo tertarik mengembangkan industri pangan di kabupaten ini. Minat itu dituangkan dalam Perpres 80/2019 perihal Percepatan Pembangunan Ekonomi. Tiada salahnya membayangkan kawasan ini bakal menjadi the next Rungkut, kawasan industri besar di Surabaya. Bedanya, industri di lahan setidaknya seluas 1.000 hektare itu tak bergerak di bidang manufaktur seperti Rungkut, melainkan agroindustri dan pengolahan pangan.

Suyanto menyebut ada tujuh desa di Kecamatan Karanganyar yang hampir setiap tahun mengajukan penyaluran air bersih. Meliputi Desa Karanganyar, Sriwedari, Mengger, Bangunrejo, Pandean, Gembol, dan Sekarjati. Topografi di zona pegunungan kapur menjadi musabab kekeringan itu. ‘’Akses air cukup sulit. Sehingga, jika dibangun sarana industri, yang kali pertama dipikirkan adalah ketersediaan air,’’ ungkapnya. (mg3/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button