Ponorogo

Bahan Petasan Renggut Nyawa Kakak Beradik

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sudahi bermain petasan jika tidak ingin celaka. Bahan mercon memang tergolong low explosive alias berdaya ledak rendah. Namun, black powder atau bubuk mesiu dalam jumlah besar dapat memicu ledakan sedahsyat bom. Daya ledak puluhan kilogram bahan petasan merenggut nyawa dua kakak beradik Sunardi, 23, dan Sumari, 21, warga Dusun Ngasinan, Sukorejo, Ponorogo, Selasa malam (27/4) sekitar pukul 21.00.

Kerasnya ledakan mengakibatkan tubuh bagian bawah Sunardi hancur. Potongan lutut itu ditemukan di pekarangan rumah bagian belakang. Sunardi meregang nyawa seketika. Sedangkan Sumari, adiknya, ditemukan masih bernyawa namun mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. Kakak beradik itu mengalami luka bakar serius. ‘’Kedua jenazah masih berada di RSUD dr Harjono untuk menunggu proses otopsi dan tim Labfor (Laboratorium Forensik, Red) Polda Jatim tiba,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Rabu (28/4).

Getaran akibat ledakan bahan mercon itu terasa hingga jarak puluhan kilometer. Bangunan lantai dua yang digunakan Sunardi dan Sumari meracik bahan petasan porak-poranda. Atap galvalum jebol dan beterbangan lantaran lepas dari rangkanya. Dinding bangunan yang terbuat dari pasangan batu bata ambrol di tiga sisi. Rumah milik tetangga juga tidak luput dari kerusakan. ‘’Tim inafis melakukan olah TKP ulang untuk mencari dan melengkapi barang bukti,’’ terang Azis.

Kapolres menduga korban meracik bubuk mesiu dalam kuantitas besar. Namun, pihaknya belum memastikan bahan kimia apa saja yang dipakai. Azis juga belum bersedia mengungkapkan pemicu ledakan lantaran menunggu hasil olah TKP tim Labfor Polda Jatim. Namun, kuat dugaan petasan yang dibuat itu hendak digantungkan ke balon udara. Polisi menemukan plastik berukuran lebar di lokasi. ‘’Kami menduga petasan akan diledakkan bersamaan menerbangkan balon udara,’’ jelasnya. (mg4/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button