KriminalitasMadiun

Bagi Hasil Duit Curat, Tiga Bandit Kocar-kacir Digerebek Polisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Berkumpul di Terminal Purbaya, Kota Madiun, tiga bandit ini jalan kaki ke kantor CV Champion Jaya Sejahtera di Desa Gunungsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun. Berangkat pukul 18.30 dan tiba pukul 20.30, Minggu (4/10). Ketiganya, Imam Agus, 41; Kholiq, 51; dan Widodo, 41; menggasak duit brankas dari gudang perusahaan bidang makanan ringan itu. ‘’Totalnya Rp 58 juta,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono dalam rilis pers Rabu (8/10).

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), Imam yang ber-KTP di Jalan Cempaka, Kecamatan/Kabupaten Lumajang, itu merusak kamera pengawas di bangunan sebelahnya. Selanjutnya, tembok gudang dijebol menggunakan linggis dan palu. Tugas tersebut dilakukan bergantian dengan Kholiq asal Desa/Kecamatan Mojowarno, Jombang, dan Widodo dari Kecamatan Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah. Setelah berhasil, ketiganya masuk ke ruang penyimpanan brankas. ‘’Segel brankas dihancurkan pakai betel obeng dan palu,’’ ujarnya.

Bagoes mengungkapkan, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) itu dilaporkan Senin (5/10). Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa keterangan sejumlah saksi dilakukan. Jejaring informasi pun disebar hingga akhirnya ditemukan petunjuk ketiga pelaku berada di rumah Kholiq. ‘’Butuh waktu 20 jam untuk melakukan penangkapan,’’ ucapnya.

Kala itu, lanjut kapolres, Kholid dkk tengah membagi uang hasil curian. Kehadiran petugas membuat mereka lari kocar-kacir. Polisi menghadiahi timah panas pada dua betis kaki Imam dan betis kanan Widodo. Keduanya coba kabur lewat jendela samping rumah. ‘’Kami lakukan tindakan tegas terukur ke dua tersangka,’’ ujarnya sembari menyebut pembagian masing-masing dapat sekitar Rp 19 juta.

Bagoes menyampaikan, modus kejahatan pemantauan dan eksekusi. Imam datang lebih dulu ke Madiun untuk survei lokasi. Setelah target ditemukan, Kholiq dan Widodo dihubungi. ‘’Imam menjadi otak kejahatannya. Dia sudah pernah melakukan aksinya di CV yang sama tapi beda gudang,’’ ungkap kapolres.

Hasil pemeriksaan, Imam residivis kasus curat. Lima bulan lalu bebas dari Lapas Kelas I Madiun lewat program asimilasi. ‘’Kami jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,’’ tuturnya seraya menyebut barang bukti yang diamankan serpihan beton di TKP dan peralatan untuk melancarkan aksinya. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close