Madiun

Ayu Zindia, Sarjana Pendidikan yang Pilih Berbisnis Undangan Custom

MADIUN – Ayu Zindia adalah jebolan pendidikan matematika yang nyaman berwirausaha. Setelah jalan beberapa tahun keuntungannya kini mencapai puluhan juta berbulan. Undangan custom besutannya laris manis di segmen menengah ke atas.

Ribuan kertas undangan berserakan di ruang tamu rumah Ayu Zindia Haq’atma di Jalan Tirto Mulyo, Perumahan Rejomulyo, pagi itu. Sejumlah perempuan terlihat sibuk melipat dan membungkusnya dalam plastik satu persatu. Sebagian lagi mem-packing ke kardus. ‘’Ini pesanan dari Kabupaten Madiun,’’ kata Ayu.

Ayu mulai merintis bisnis undangan pada 2013 silam. Kala itu dia masih berstatus mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Kota Madiun. Bermula dari usaha buku tahunan dengan Irfan Fauzi yang kini menjadi suaminya. ‘’Awalnya bukan undangan, tapi buku tahunan untuk sekolah-sekolah,’’ paparnya.

Ide membuat buku tahunan lantaran suaminya menguasai ilmu desain dan piawai memotret. ’’Promosinya lewat media sosial seperti Facebook, Instagram, dan semacamnya,’’ kata sarjana pendidikan matematika itu

Pelanggan pertama datang dari salah satu sekolah di Nglames, Kabupaten Madiun. Setiap buku dipatok Rp 100 sampai Rp 150 ribu. Dalam setahun pertama, klien tak lebih dari lima. Baru setelah jalan dua tahun pesanan mengalami kenaikan signifikan. ’’Paling banyak  sekolah yang bikin buku album,’’ sebutnya.

Pada 2016 lalu, bisnis buku tahunan itu terpaksa dihentikan lantaran perputaran uangnya lambat. Ayu dan Irfan lantas memutar otak mencari peluang bisnis baru sebelum akhirnya membuka jasa pembuatan undangan custom. ‘’Kami ingin bikin undangan yang kualitasnya bagus dan desainnya sesuai permintaan konsumen,’’ jelasnya.

Ayu sengaja membidik pasar kelas menengah ke atas. Awalnya, dia mematok harga sekitar Rp 1 juta-Rp 1,5 juta dengan jumlah tertentu. ‘’Semula sempat ragu apa ada yang tertarik. Ternyata setelah jalan, pasar undangan premium masih terbuka lebar,’’ ujarnya.

Sejauh ini konsumen undangan custom-nya datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, Semarang, Purbalingga, hingga Bandung. Bahkan, pernah ada permintaan dari Palu. ‘’Tapi karena bingung pengirimannya, akhirnya nggak jadi,’’ kenangnya sembari menyebut sengaja menggunakan jasa percetakan di Jogjakarta untuk mencetak undangan hasil kreasinya.

Selain mampu menghidupi keluarganya, dari bisnis undangan Ayu dan suaminya

bisa memberikan tambahan pemasukan bagi sejumlah tetangga sekitar rumahnya. Mereka membantu melipat kertas undangan saat pesanan sedang ramai. ’’Mereka dapat upah tertentu,’’ katanya. ***(isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button