features

Ayong Sanggup Restorasi Jip Pulih sampai Detail-detailnya

Langka adanya penyedia jasa perbaikan jip paham pakem dan detail. Arief Hudha Munashor punya keahlian spesifik itu. Bengkelnya di kawasan Kelurahan Cokromenggalan, Ponorogo, banyak dipenuhi Toyota Hardtop dan Jeep CJ-7. Kendati dia juga spesialis mobil berpenggerak empat roda.

RONAA NISA, Jawa Pos Radar Ponorogo

SUSAH-SUSAH mudah mengembalikan jip lawasan (tua) menjadi mobil yang siap pakai. Arief Hudha Munashor butuh waktu minimal enam bulan hingga satu tahun untuk memulihkan kondisi Toyota Hardtop dan Jeep CJ-7 itu. Sebab, banyak suku cadang yang sudah tersedia di toko onderdil mobil. ‘’Harus punya jejaring sesama bengkel restorasi jip,’’ kata laki-laki 49 tahun itu.

Mobil yang datang ke bengkel Ayong –sapaan Arief Hudha Munashor– mayoritas dalam kondisi tidak mampu jalan atau bodinya sudah amburadul. Si empunya bengkel selalu minta persetujuan pemilik jip bahwa restorasi butuh waktu lama. Apalagi, Ayong mempekerjakan karyawan terbatas di bengkelnya yang berada di Jalan Tirtotejo itu. ‘’Di Ponorogo masih sedikit yang memahami soal jip hingga detail-detailnya,’’ ungkap Ayong.

Merestorasi Toyota Hardtop atau Jeep CJ-7 harus mengerti pakem dan orisinalitas. Satu buatan Jepang dan satunya produksi Amerika. Setiap detail mobil mengikuti tahun pembuatannya. Ayong sanggup mengembalikan kondisi jip seperti semula asalkan cocok di ongkos. ‘’Saya kembalikan lagi seperti aslinya. Biasanya merombak sampai 80 persen bodi,’’ ujarnya.

Jip klasik itu lansiran sekitar tahun 1980. Paling lawas produksi 1940. Ayong menyebut perbedaan jip lawasan dengan mobil sekarang di sisi cubic centimetre (CC). Semakin besar ukurannya, bakal boros bahan bakar. Jip klasik lebih besar CC-nya. ‘’Sekarang banyak diburu kolektor. Bangga kalau punya mobil yang tidak bisa dibeli di diler,’’ jelasnya.

Bukan hanya merestorasi jip, Ayong juga mengaku spesialis mobil penggerak empat roda. Seperti pikap atau truk untuk perjalanan medan berat. Mobil seperti itu kaki-kakinya harus kuat. Baru-baru ini dia ikut menjadi bagian tim produksi kendaraan taktis (rantis) yang bekerja sama dengan PT Pindad. ‘’Saya kebagian 10 unit,’’ akunya.

Ayong bukanlah montir baru di dunia jip maupun mobil penggerak empat roda. Dia sudah menggeluti pekerjaan yang disebutnya sebagai hobi itu sejak 1992. Kala itu Ayong masih kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang. Dia beruntung memiliki teman yang sehobi hingga banyak belajar soal jip. ‘’Sempat ikut off-road juga,’’ ucapnya.

Ayong pulang kampung 1997 lalu. Sengaja menebus jip bekas untuk dioprak. Pelanggan mulai datang kendati dia belum resmi membuka bengkel. Dia sempat keranjingan ikut ajang off-road kelas lokal maupun nasional. Hobi melumpur itu berhenti hingga Ayong memutuskan bekerja di Jakarta. ‘’Tahun 2017 saya pulang ke Ponorogo dan buka bengkel jip,’’ pungkasnya. *(hw/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button