News

Ayah Umar Bin Khattab Bernama

×

Ayah Umar Bin Khattab Bernama

Share this article

Ayah Umar Bin Khattab Bernama – Salah satu keberhasilan dakwah Nabi adalah kemampuannya mengubah orang-orang yang awalnya menentangnya menjadi pengikut setia. Ada beberapa sahabat Nabi yang mengalami nasib tersebut, salah satunya adalah Umar bin Khattab. Selanjutnya setelah wafatnya Nabi, tokoh terkenal ini menjadi khalifah menggantikan Abu Bakar.

Sifat kuat Umar mirip dengan ayahnya, Khattab. Suatu ketika sang ayah mengusir Zaid, anak dari saudara laki-lakinya yang juga sepupu Umar, karena ia adalah penganut ajaran tauhid Nabi Ibrahim yang menentang berhala.

Ayah Umar Bin Khattab Bernama

Dalam bukunya The Prophet Muhammad: A Critical Biography (2003), Karen Armstrong mencatat bahwa Zayd dikenal masyarakat karena secara terbuka mengutuk praktik penyembahan berhala dan fitnah yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Fakta Umay Shahab, Pemeran Surya Di “dear Stranger”

“Sikap dan posisi ini membuat masyarakat bangkit melawannya, dan di antara musuh-musuhnya yang paling kuat dan paling kejam adalah Khattab, ayah Umar,” tulis Armstrong.

Sikap Khattab yang kerap menyulitkan hidup Zaid, memaksanya mengungsi ke gua Hira, meski sesekali ia masih mengunjungi Mekah secara sembunyi-sembunyi.

Penentangan ayahnya terhadap tauhid juga dilanjutkan oleh Umar. Ketika Nabi berdakwah di Mekkah, Umar menjadi salah satu penentang paling sengit. Hal ini membuat Rasulullah berdoa agar salah satu dari kedua Umar menjadi pendukungnya.

Kedua Umar yang dimaksud adalah Amr bin Hisham alias Abu Jahal dan satu lagi adalah Umar bin Khattab. Beberapa tahun kemudian, keinginan Nabi terkabul: Umar masuk Islam dan menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi.

Tolong Cepet Dan Jangan Asal² Ya Ka^_^​

Sebelum Umar masuk Islam, ada sebuah kisah terkenal yang menunjukkan betapa kuatnya Umar menentang agama baru tersebut.

Selain itu, dalam buku karangan Karen Armstrong, disebutkan bahwa Umar pernah berniat membunuh Nabi. Dia berjalan melalui jalan-jalan Mekah menuju rumah di bukit Safa sambil membawa pedang. Nabi tinggal di rumah ini.

Sementara itu, ketika Umar hendak membunuh Rasulullah, adiknya Fatima yang menikah dengan Sa’id (putra Zaid, sepupu Umar), mengajak Habbab bin al-Arat, seorang pandai besi, untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. . Keduanya benar-benar menjadi Muslim.

“Dalam perjalanan menuju bukit Shafa, Umar didatangi oleh seorang muslim dari marganya. Pria itu berusaha mengalihkan perhatiannya dari tujuannya membunuh Nabi. “Dia menyuruh Umar pulang dan melihat apa yang terjadi di rumahnya,” tulis Armstrong.

Hafshah Binti Umar

Umar bin Khattab kemudian kembali ke rumah. Ketika dia keluar menuju rumah, dia mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh Habbab bin al-Arat. Mendengar kedatangan Umar, pembaca Alquran itu buru-buru bersembunyi.

Siibli Nu’mani dalam Umar bin Khattab Agung (1994) menceritakan bagaimana Fatimah menjawab pertanyaan Umar. Fatima mengatakan suara itu tidak ada artinya.

Baca Juga  Tinggi Hati

“Jangan mencoba menyembunyikan apa pun dariku. Saya sudah tahu segalanya. “Aku dengar kalian berdua telah mengingkari agama kalian,” kata Umar tajam.

Umar kemudian menyerang Fatimah dan suaminya. Dia memukuli adiknya sampai dia jatuh ke tanah dan berdarah. Mengetahui Fathimah terluka, Umar menghentikan perbuatannya.

Sejarah Perang Yarmuk

Menurut Karen Armstrong, Umar kemudian mengumpulkan naskah Alquran peninggalan Khabbab. Sementara itu, dalam catatan Siibli Numani, Umar meminta Fatimah menunjukkan apa yang didengarnya. Kemudian Fathimah menyerahkan mushaf Alquran yang disembunyikannya tadi.

Kemudian Umar yang lancar membaca dan menulis mulai membacakan ayat pembuka surat Thaha.

Saat itulah Umar terharu dan tertarik dengan agama yang dianut adiknya. Ia kemudian meraih pedangnya dan berlari ke bukit Safa menemui Nabi.

Setibanya di tempat tujuan, Rasulullah segera melepas pakaian Umar dan bertanya, “Apa yang membawamu ke sini wahai putra Khattab?”

Utsman Bin Affan

Umar menjawab, “Ya Rasulullah, aku datang kepadamu untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada risalah yang dibawanya dari Allah.”

Seniman Teater Matahari menampilkan “Singa Gurun” di Universitas Muhammadiyah Makassar (05/08/2017). Lakon karya M. Hasan Pabdatabi Syam ini berkisah tentang Umar bin Khattab. ANTARA FOTO/Abriavan Abhe

Hijrah ke Yatsrib Setelah masuk Islam, tidak seperti umat Islam lainnya yang diam-diam memeluk agama barunya, Umar terang-terangan mengumumkan Islamnya kepada kaum Quraisy yang menentang dakwah Nabi.

Padahal beliau adalah orang yang sangat disegani, sehingga tidak ada satupun penentang dakwah Nabi yang berani menyentuhnya. Hal ini membuat umat Islam yang sebelumnya tidak berani salat di dekat Ka’bah, berani salat di sana.

Biografi Ummar Bin Khattab

“Ketika Umar masuk Islam, dia melawan kaum Quraisy hingga dia memenangkan pertempuran tersebut, sehingga dia masuk ke Ka’bah tempat dia shalat dan kami bersamanya,” kata Abdullah bin Mas’ud, seperti dikutip Muhammad Husain Hekal dalam Umar bin. Khattab. (2002).

Keberanian Umar juga ditunjukkan ketika umat Islam pindah ke Yatsrib atau yang saat itu disebut Madinah. Mereka pergi secara sembunyi-sembunyi agar tidak mengganggu kaum Quraisy yang tidak menginginkan ajaran Islam.

Ali bin Abi Thalib seperti dikutip Husain Hekal mengatakan, jika semua Muhajirin (Muslim dari Makkah yang berhijrah) melakukan hal tersebut secara sembunyi-sembunyi, namun sebenarnya Umar melakukannya secara terang-terangan sambil memegang pedang dan menembakkan busur. Pada saat yang sama, tangannya memegang panah dan tongkat kendali.

Sebelum hijrah, beliau pergi ke Ka’bah untuk melakukan Tawaf sedangkan kaum Quraisy berada di bawah serambi Ka’bah. Dia melakukan Tawaf tujuh kali, menemui Makom Ibrahim dan berdoa. Kepada kaum Quraisy yang menentang Islam, yang didekatinya satu per satu, Umar berkata:

Baca Juga  Tembang Macapat Yaiku

Tolong Jawab Ya Kak Mata Pelajaran Agama Islam​

“Wajah malang! Allah menghina orang-orang ini! Barangsiapa menghendaki ibunya berduka, menghendaki anaknya menjadi yatim piatu, atau menghendaki seorang perempuan menjadi janda, maka temuilah aku di seberang lembah itu.

Namun Husain Hekal menambahkan, kisah Umar tidak ada dalam kisah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam, Ibnu Sa’d dan at-Tabari. Menurut mereka, Umar berangkat hijrah secara sembunyi-sembunyi seperti umat Islam lainnya.

“Dia melakukannya [imigrasi diam-diam] bukan karena dia lemah atau takut, yang belum pernah dia lihat seumur hidupnya, tapi dia adalah orang yang penuh disiplin. Dia mengikuti jamaah dan meminta orang lain untuk mengikuti mereka juga,” tulis Hussain. Hekal. .

Perang dan Penaklukan Selama perjalanan Umar sebagai seorang Muslim, ia ikut serta bersama Nabi dalam berbagai peperangan antara kaum Muslim dan lawan-lawannya. Umar ikut serta dalam Pertempuran Badar, Pertempuran Uhud, Pertempuran Khandak, Pertempuran Khaybar, dan Pertempuran Hunain.

Tolong Jawab Ya Plisss Aku Ngabisin Semua Poinku

Perang Badar yang dimenangkan oleh kaum muslimin menimbulkan perbedaan pendapat mengenai perlakuan terhadap tawanan. Abu Bakar berpendapat pembebasan tawanan perang harus dilakukan melalui mekanisme tebusan.

Sementara itu, Umar dengan tegas menyatakan bahwa para narapidana harus dipenggal, dengan ketentuan setiap umat Islam harus memenggal kepala kerabatnya.

“Umar menentang [pendapat Abu Bakar] dan menyatakan bahwa ikatan kekeluargaan tidak boleh menyangkut hal-hal yang menyangkut kepentingan vital Islam,” tulis Siibli Nu’mani dalam Umar bin Khattab yang Agung.

Sedangkan pada Perang Uhud yang berakhir dengan kekalahan kaum muslimin, Umar merupakan salah satu dari 30 Sahabat yang melindungi Rasulullah yang terluka saat kaum Quraisy memburunya di celah Bukit Uhud.

Nasab Umar Bin Khattab

“Umar dan sebagian dari kaum Muhajirin dan Ansar bergegas maju dan memukul mundur penjajah,” tambah Siibli Numani.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, ekspedisi dilakukan ke berbagai daerah, namun masih dalam tahap awal. Hingga akhirnya khalifah pertama penerus Nabi wafat.

Umar yang menjadi khalifah kedua melanjutkan apa yang telah dilakukan pendahulunya. Pada masa kekhalifahannya, Islam berhasil menaklukkan Irak, Suriah, Yerusalem, Persia, Mesir dan negara-negara lainnya.

Fajar Terakhir Kehidupan Umar Pada tahun 23 Hijriah atau 644 M, ada seorang budak Persia di Madinah bernama Firoz atau Fairuz, bermarga Abu Lu’lui atau Abu Lu’lua. Dialah yang membunuh Umar. Dalam berbagai kisah pembunuhan khalifah kedua, nama pembunuhnya sering disebut sebagai Abu Lu’lua.

Riwayat Umar Bin Khattab (seri 12)

Menurut beberapa sumber, motif Abu Lulu’lu membunuh Umar adalah balas dendam atas penaklukan Persia oleh pasukan Islam. Namun, benar atau tidaknya motivasi tersebut, menurut catatan Siibli Numani, pembunuhan Umar dilatarbelakangi masalah pajak.

Baca Juga  Bagian Sisi Tabung Terdiri Atas Alas Tutup Dan

Suatu hari Abu Lu’lua menemui khalifah. Ia mengeluhkan pajak yang dikenakan oleh tuannya, Mughira bin Syubah. Dia meminta Umar membujuk tuannya agar mengurangi biaya pajak.

Umar bertanya kepadanya tentang pekerjaan yang dilakukannya. Abu Lu’lua menjawab bahwa ia bekerja sebagai tukang kayu, pelukis dan pandai besi. Menurut Umar, karya tersebut patut dikenakan pajak sebesar yang dikeluhkan.

Keesokan harinya, Umar berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah subuh. Di sisi lain, Abu Lu’lua Majousi juga pergi ke masjid dengan membawa keris. Ketika Umar mulai menunaikan salat subuh, tiba-tiba Abu Lu’lu’a menyerbu dari belakang dan menusukkan belatinya ke tubuh Umar sebanyak enam kali. Salah satunya menyangkut panggul.

Kisah Khalifah Umar Dan 2 Pemuda

Khalifah terjatuh dan berlumuran darah. Sementara itu, Abu Lu’lu’a yang terpojok juga melukai komunitas lain dan akhirnya bunuh diri.

Awalnya umat Islam sedikit terhibur karena mengira Umar akan sembuh. Namun ketika dokter yang memeriksanya memberikan minuman panas yang terbuat dari campuran kurma dan susu kepada khalifah, keluarlah minuman tersebut dari luka-lukanya.

Sebelum meninggal, Umar berpesan kepada putranya, Abdullah, untuk meminta izin kepada Aisyah, istri Rasulullah, untuk menguburkannya di dekat makam Rasulullah.

“Tadinya saya akan memesan kursi ini untuk diri saya sendiri, tapi hari ini saya biarkan Umar yang memimpin,” kata Aisyah.

Tolong Bantu Jawab Nanti Dikumpulin​

Pada tanggal 25 Dzul Hijjah 23 Hijriah atau tanggal 3 November 644, tepatnya 1.374 tahun yang lalu, Umar bin Khattab, sahabat Rasulullah yang awalnya sangat keras menentang Islam dan berubah menjadi pembela Islam yang gigih, akhirnya meninggal dunia.

Siibli Nu’mani menjelaskan, pemakaman Umar dilakukan oleh Syuhaib bin Sinan, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Talha bin Ubaidillah, Saad bin Abi Waqqas, dan Abdurrahman bin Auf yang menurunkan jenazah Khalifah ke dalam kubur. yang bernama lengkap Umar bin Khattab bin Nufail bin Abd al Uzza bin Raba bin Abdullah bin Kurst bin Raza bin Adiy bin Kaab bin Luay bin Ghalib Al-Quraysi Al Adawi. Umar bin Khattab lahir sekitar tahun 586 Masehi.

Nenek moyangnya Nufail ibn Abd Al Uzza adalah seorang hakim yang dipercaya oleh suku Quraisy untuk menyelesaikan berbagai perselisihan yang timbul di antara mereka. Selain itu, leluhurnya Ka’b bin Luay adalah orang yang dihormati di kalangan masyarakat

Kisa umar bin khattab, baju umar bin khattab, umar bin khattab, ebook umar bin khattab, kata umar bin khattab, cerita umar bin khattab, quotes umar bin khattab, biografi umar bin khattab, buku umar bin khattab, sirah umar bin khattab, umar bin khattab film, umar bin khattab movie