Pacitan

Awet Listrik Byarpet, PLN Perlu Investasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Puluhan warga lingkungan Gunung Kunir, Jetak, Tulakan, Pacitan, harus bersabar lebih lama menikmati listrik byarpet. PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pacitan tak bisa memastikan listrik yang tegangannya tidak konsisten di RT 06, RW 10, lingkungan itu bisa tertanggulangi. ‘’Karena perlu investasi kembali,’’ kata Manajer PLN ULP Pacitan Aries Dwi Fatriyadi Jumat (25/10).

Aries menjelaskan, penyambungan listrik di Gunung Kunir sudah sesuai standar. Namun, seiring berjalannya waktu, sejumlah warga mengajukan pemasangan baru. Padahal, secara teknis permintaan itu tidak bisa dilayani. ‘’Akhirnya membeli kabel sendiri dan kondisi saat ini menjadi tidak sesuai standar,’’ ujarnya.

Dia menyebut, solusinya menambah tiang dan trafo listrik. Pengadaannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pihaknya perlu mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Pengajuan bantuan sudah dilayangkan tahun ini, namun belum mendapat persetujuan. ‘’Kami coba usulkan kembali tahun depan,’’ tuturnya.

Diketahui, sejak lima tahun lalu tegangan listrik RT 06, RW 10, di lingkungan Gunung Kunir tidak konsisten. Membuat listrik kadang menyala kadang mati. Kondisi tersebut dialami 33 dari total 37 rumah di lingkungan itu. Perubahan terjadi setelah mengganti meteran listrik dari sistem pascabayar menjadi prabayar. Empat rumah yang aman ternyata belum menggunakan metode baru.

Bibit Sugiyanto, warga setempat, menuturkan bahwa aliran listrik diambil dari Desa Sidomulyo, Ngadirojo. Berjarak sekitar tiga kilometer dari tempat tinggalnya. Penyaluran listrik menggunakan kabel swadaya masyarakat. Sebab, tidak ada tiang listrik berdiri. ‘’Dulu itu cuma ngikut, yang penting dapat listrik. Sekarang jadinya malah seperti ini,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button