Madiun

Aturan Dilonggarkan, Jangan Disalahartikan

Warga Diminta Konsisten Adaptasi Kebiasaan Baru

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid dua sedikit dilonggarkan. Tapi, jangan disalahartikan protokol kesehatan turut pula dilonggarkan.

Wali Kota Madiun Maidi memastikan PPKM diperpanjang hingga 8 Februari mendatang. Mendasar Instruksi Mendagri 02/2021 tetang Perpanjangan PPKM. Meski ada sedikit kelonggaran pada pelaksanaan tahap dua ini. Pemadaman PJU, misalnya, sebelumnya dipadamkan total, kini dinyalakan sebagian. Seperti di depan rumah sakit dan area prioritas yang membutuhkan penerangan. ‘’Penerangan jalan sedang kami analisis. Di pinggiran mungkin dihidupkan,’’ kata Maidi.

Kendati dinyalakan, Maidi berharap warga tetap beranggapan seolah padam. Artinya, masyarakat tidak berkerumun di titik-titik fasilitas wifi, poskamling, maupun warung di lingkungan. Masyarakat diminta segera istirahat dan berada di rumah sejak pukul 19.00. ‘’Istirahat cukup, bangun pagi untuk kerja. Insya Allah imun terjaga,’’ ujarnya.

Sementara PJU jalan protokol tetap dipadamkan. Hanya, waktu pemadamannya dimulai pukul 20.00. Sesuai jam operasional pusat belanja, mal, toko modern yang diolor satu jam. Dari sebelumnya wajib tutup pukul 19.00 menjadi pukul 20.00. Sebagaimana Instruksi Wali Kota Madiun Nomor 02/2022 tentang PPKM untuk Pengendalian Persebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). ‘’PKL jam sembilan malam harus sudah closed (tutup). Mohon kesadaran semuanya,’’ pintanya.

Maidi percaya, setelah PPKM tahap dua nantinya kasus di kota ini sudah berangsur landai. Karenanya, di babak tambahan ini lebih difokuskan treatment yang mendasar pada ketersediaan fasilitas ruang isolasi bagi warga terkonfirmasi korona. ‘’Yang konfirmasi kasus tinggi-tinggi itu kami rawat. Nanti setelah isolasi selesai, kita evaluasi lagi,’’ terangnya.

Pascakota ini pecah rekor penambahan kasus tertinggi sehari di Jawa Timur Senin (25/1), kini berangsur melandai. Rabu (27/1) diskominfo melaporkan tambahan 12 kasus baru. Sebarannya di enam kasus dari Kelurahan Nambangan Kidul, dua kasus masing-masing dari Manguharjo dan Winongo. Satu kasus masing-masing dari Josenan dan Nambangan Lor.

Aturan main PPKM lainnya tetap. Perkantoran tetap diminta work from home (WFH) 75 persen. Cukup 25 persen karyawan yang diperbolehkan work from office (WFO). Pembelajaran tetap dilaksanakan dalam jaringan (daring). Untuk sektor esensial seperti kesehatan, pangan, komunikasi dan teknologi informasi, serta konstruksi dan kebutuhan sehari-hari boleh tetap beroperasi 100 persen. ‘’Kapasitas rumah makan dan restoran tetap dibatasi maksimal 25 persen,’’ urainya.

Diharapkan kelonggaran PPKM tahap dua ini tidak mengubah adaptasi kebiasaan baru (AKB). Jika tidak, petugas kesehatan bakal melakukan skrining kembali. Untuk memastikan agar pelayanan masyarakat tidak terpapar korona. ‘’Pengusaha wajib memperhatikan kesehatan karyawannya,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button