Ngawi

Atlet Muay Thai Asal Ngawi Wakili Jatim di PON 2020 Papua

Makin Semangat Berlatih setelah Kalah KO

Beberapa seni bela diri pernah digeluti. Pada akhirnya, Aldento Brillian Barapratama lebih menekuni muay thai. Berbagai prestasi diraih. Pun beasiswa dari Unesa. Hingga berhak mewakili Jatim di PON 2020 Papua.

==============================

DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

PENUH percaya diri Aldento melangkah ke atas ring pertandingan. Tak ada rasa minder dan nervous. Teknik muay thai ditampilkan dengan gerakan berirama. ‘’Saya tampil di kelas wai khru dalam kejurnas prakualifikasi,’’ katanya membuka obrolan.

Kecintaannya pada seni bela diri tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Awalnya ikut pencak silat, jujitsu, hingga akhirnya jatuh hati pada seni bela diri asal Thailand ini. ‘’Alhamdulillah sejumlah prestasi sudah saya dapatkan. Pertandingan di Bogor, Jakarta, hingga NTT pernah saya ikuti,’’ imbuhnya.

Anak asuh Wira Prasetyo Catur ini mengenal muay thai sejak empat tahun silam. Semasa duduk di bangku kelas X SMK. Beragam perlengkapan yang melekat di tubuhnya,  mulai mongkhon dan praju, membuatnya semakin gagah. ‘’Saat itu saya tanding empat kali sebelum dapat berdiri di podium pertama,’’ ujarnya.

Pernah kalah knockout (KO) ketika bertanding tak membuat pemuda kelahiran Sumber Bening itu kapok. Malah menjadi pelecut semangat agar kejadian serupa tidak terulang lagi. ‘’Biasa kalau bertanding seperti itu. Tapi kalau KO ya malu,’’ ucapnya.

Saat ini Aldento fokus berlatih di pusat latihan daerah (puslada) Surabaya untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. Dia pernah ikut PON di Bogor. Tapi masih ekshibisi. ‘’Jadi, belum diperhitungkan perolehan medalinya,’’ tuturnya.

Sempat bosan lantaran hanya berlatih dan berlatih. Namun segera dihilangkanya demi keinginan meraih medali. Apalagi, berkat prestasinya di muay thai, Aldento mendapat beasiswa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sampai lulus. ‘’Saya kuliah jurusan olahraga,’’ sebutnya.

Olahraga menekuni seni bela diri asal Thailand ini juga jadi alasan dia berpindah kuliah dari Unmuh Ponorogo ke Unesa. Ketika kuliah satu semester di Ponorogo bakatnya kurang terasah. Lingkungan juga kurang mendukung. ‘’Saya pindah kuliah agar lebih berkembang,’’ pungkasnya.*** (sat/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button