Madiun

Atlet ISSI Kota Madiun Jawara Pendekar Gowes 2020

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lereng Wilis benar-benar memberi kesan mendalam bagi para cyclist pada latihan bersama (latber) Pendekar Gowes 2020 Minggu (2/8). Sebab, latber dengan menerapkan protokol kesehatan ini merupakan kali pertama di Indonesia. Keistimewaan itu semakin sempurna setelah para pesepeda merasakan sensasi tanjakan Jurang Dengkeng dengan elevasi 660 meter dan finis di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, yang dikenal sebagai mutiara lereng Wilis.

Persaingan ketat ditunjukkan sedikitnya 50 cyclist dari berbagai daerah sejak bendera start dikibarkan Wali Kota Maidi di Balai Kota Madiun. ‘’Saya ucapkan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Madiun serta pihak pendukung lainnya, sehingga Pendekar Gowes bisa terlaksana. Perhelatan di Kota Madiun ini baru pertama kalinya di Indonesia,’’ kata Maidi dalam sambutannya sebelum pemberangkatan latber.

Jalur wisata kota menjadi rute pemanasan cyclist dalam mengawali kayuhan sepeda dari balai kota. Wali Kota Maidi, Komandan Korem 081/DSJ Madiun Kolonel Inf. Waris Ari Nugroho, Ketua ISSI Kota Madiun Aris Sudanang, serta forkopimda mendampingi rute awal sepanjang 10 kilometer tersebut.

Persaingan sesungguhnya ditunjukkan para calon atlet gemilang itu di perbatasan kota sebelah timur di Kilometer 11. Rute yang terus menanjak itu membuat cyclist harus mengatur strategi agar tak cepat kehabisan energi. ‘’Lain kali kami tunggu. Kami masih punya jalur sepeda 10, 15, 25 km yang melewati kelurahan-kelurahan dan tempatnya bagus. Selamat berlatih dan berkompetisi,’’ ucap Maidi.

Meski sempat saling take over, tujuh atlet yang diturunkan Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Madiun menunjukkan kepiawaian saat menaklukkan tanjakan panjang dan tinggi. Tuan rumah benar-benar menunjukkan taringnya. Apalagi pesaingnya bukan sembarangan. Atlet pelatihan nasional (pelatnas) turut serta melahap tanjakan.

Sulthon Muhammad Ichwansyah, atlet ISSI Kota Madiun, berhasil finis di nomor pertama di kategori pra youth. Disusul Dendra Adi Tama Purniawan dari Kelapa Gading Bike (KGB) Racing Team. Kemudian Ibnu Rahman Saleh dari ISSI Kota Probolinggo dan Abyan Tsabitah dari ISSI Kota Malang. Rasya Ramadhani dari Club Ranum Surabaya menempati urutan kelima. ‘’Latber di masa pandemi ini berlangsung dengan protokol kesehatan ketat,’’ kata Ketua ISSI Kota Madiun Aris Sudanang.

Pada kategori youth, atlet Happy Monday PVR Industri Maulana Astnah menjadi yang tercepat. Disusul Feri Yudoyono atlet ISSI Lumajang, Muhammad Syelham dari ISSI Kota Malang. Kemudian Syarif Hidayatullah dari ISSI Kota Malang. Serta Ahmad Rival H. dari ISSI Kota Probolinggo. ‘’Kegigihan ini menjadi bukti bahwa dalam situasi ini para atlet tidak berhenti mengukir prestasi,’’ ujarnya.

Para atlet finis setelah menempuh jarak 25 kilometer dan berhasil melewati tanjakan Jurang Dengkeng. Elevasi maksimal 660 meter cukup menguras energi. Sebelum tanjakan itu, para cyclist women bersaing lebih dulu berebut tempat menjadi yang tercepat. Salsa Billah Nikmatus Zahra, cyclist KGB Racing Team, tercepat melewati garis finis. Disusul Imelda Tabita Deswari dari ISSI Kota Malang, Putri Sefia Ardianti atlet KGB Racing Team. Kemudian Raisya Rahmadani Hambali dari ISSI Kota Probolinggo. Putri Budi Muliani atlet dari KGB Racing Team menempati peringkat kelima.

Ibnu Rahman Saleh, atlet ISSI Probolinggo yang datang bersama 11 cyclist sejak Sabtu lalu, mengapresiasi latber yang diikutinya itu. Dia bersemangat saat berpacu bersama cyclist lain dari Tulungagung, Banyuwangi, Kediri, Malang, Lumajang, Probolinggo, Surabaya, Wonogiri, Caruban, Klaten, Jember, Bondowoso, Bangkalan, Karawang, hingga Jakarta. Pun, sehari sebelumnya telah menjalani rapid test antibody di kantor Jawa Pos Radar Madiun. ‘’Senang bisa ikut latihan bersama yang lain. Selama pandemi ini jarang latihan, nggak seperti saat normal dulu yang bisa setiap hari,’’ kata Ibnu. (kid/c1/fin)

Indah Panorama Kare Bukan Tipuan Kamera

PREDIKAT Kare sebagai mutiara lereng Wilis bukan tipuan kamera yang dipamerkan lewat media sosial belaka. Setibanya di garis finis, para cyclist disuguhi keindahan panorama khas pegunungan yang eksotis nan menyejukkan. Potensi alam itu bakal dikembangkan dengan pola integrated development plan. Potensi yang berbeda di setiap desa bakal diintegasikan. Diwujudkan wisata alam, kuliner, juga pertanian dan perkebunan. ‘’Kare ini memang mutiaranya Gunung Wilis. Delapan desa di kecamatan ini memiliki potensi alam yang luar biasa,’’ kata Camat Kare Tarnu Ashidiq.

Karena itu, Tarnu memberikan apresiasi terselenggaranya Latber Pendekar Gowes 2020. Sebab, pelaksanaannya sangat mematuhi protokol kesehatan. Sejalan dengan kondisi Kare yang sampai kini merupakan satu-satunya kecamatan yang masih zona hijau di Kabupaten Madiun. ‘’Ini bukan kebanggaan, tapi pelecut untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Baginya, kehadiran cyclist juga memberikan dukungan kepada masyarakat setempat untuk terus meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Tarnu membeberkan, sehari sebelumnya panitia telah menunjukkan bukti hasil pemeriksaan rapid test antibody seluruh cyclist dengan hasil nonreaktif. ‘’Artinya mereka steril, tempat kami steril. Ini seperti mengedukasi masyarakat bagaimana adaptasi kebiasaan baru dalam bersepeda,’’ tuturnya.

Kehadiran cyclist juga sejalan dengan upaya pengembangan Selingkar Wilis. Ditambah tren kunjungan bersepeda ke Kare yang meningkat drastis. Terutama di akhir pekan. ‘’Kami memang sedang menggalakkan pengembangan wisata alam, dan kehadiran para atlet ini sangat mendukung,’’ ucapnya.

Jalur alternatif lain juga tengah disiapkan. Yakni, Caruban-Randu Alas-Kare. Rute pilihan yang relatif lebih fun untuk bersepeda. Sebab, jalur sepanjang 7 kilometer itu lebih landai. ‘’Sudah direncanakan, diperbaiki jalannya. Mudah-mudahan PAK tahun ini bisa diperbaiki. Perbaikan dan pelebaran jalan diperkirakan 2021,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close