Magetan

Atasi Kesulitan Sinyal, Anak-Anak Plumpung Belajar di Poskamling

Tak ada yang mudah di masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini. Namun, semangat belajar anak-anak di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, ini patut diapresiasi. Menyiasati sulitnya sinyal, mereka rela belajar di poskamling.

FATIHAH IBNU FIQRI, Jawa Pos Radar Magetan

TAK ada tempat belajar terbaik selain di poskamling. Sejak tahun ajaran baru dimulai dua pekan terakhir, PJJ yang dilangsungkan memerlukan sambungan internet yang stabil. Itu sulit didapatkan jika anak-anak desa hanya belajar di rumah. Kalau tidak berkunjung ke rumah teman yang memiliki fasilitas internet lebih baik, poskamling menjadi alternatif. Sebab, di sana telah terfasilitasi wifi gratis untuk menunjang pembelajaran anak-anak Plumpung yang duduk di bangku SD hingga SMA. ‘’Kalau di rumah sinyalnya susah,’’ tutur Ayidah.

Siswi kelas I MI Plumpung itu biasa diantarkan orang tuanya menuju poskamling. Bersama teman-temannya, dia lancar mengerjakan setiap tugas yang diberikan sekolah selama masa PJJ ini. ‘’Di sini bisa mengerjakan soal-soal dengan cepat. Belajar jadi lebih mudah,’’ terangnya.

Siti Rukhoyah merasa terbantu dengan pemasangan wifi gratis oleh pemdes di poskamling. Sebab, jika harus memenuhi kebutuhan paket internet di rumah memerlukan biaya tidak sedikit. Pun, sinyalnya cenderung tidak stabil. ‘’Di rumah, anak-anak juga cepat bosan,’’ kata salah satu orang tua itu.

Kades Plumpung Jailani Wahyudiarto mempersilakan anak-anak mengakses wifi yang telah disediakan. Total 12 titik yang terpasangi pemancar internet di desanya. Semuanya bisa diakses secara gratis, tanpa dipungut biaya. ‘’Kami minta orang tua memantau anaknya selama belajar di poskamling. Jangan sampai pulangnya kelewat sore atau membuka website yang tidak bermanfaat,’’ imbaunya.

Kades menaksir di desanya terdapat 630 siswa mulai jenjang TK hingga SMA. Sehingga kebutuhan mengakses internet di masa pandemi ini terbilang besar. ‘’Protokol kesehatan tetap diperhatikan. Kalau di poskamling sudah terlalu penuh, sebaiknya belajar di musala atau rumah warga di dekatnya,’’ pungkasnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close