NgawiPeristiwa

Atap Bangunan PAUD Tersingkap Angin

Rencana Akan Ditempati Awal Tahun

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dampak kerusakan angin kencang yang terjadi pada Kamis malam lalu (19/12) cukup serius. Bahkan, sampai menerbangkan atap bangunan PAUD, TK, dan RA Darussalam, Semen, Paron.

Bangunan yang rencana akan ditempati untuk kegiatan belajar-mengajar pada 6 Januari 2020 mendatang itu rusak. Imbasnya, puluhan siswa TK tersebut harus menempati ruang kelas lama mereka yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian. ‘’Harapan kami pupus, terpaksa masih menempati tempat yang lama,’’ kata Setyaningrum Norma Rahmawati, salah seorang guru PAUD, TK, dan RA Darussalam, Paron.

Kerusakan terdapat di bagian atap bangunan. Posisinya tersingkap setelah diterpa angin kencang. Namun, kondisi masih tetap utuh. Hanya, beberapa bagian atap yang terbuat dari baja ringan itu sudah melengkung. Selain itu, beton bangunan di salah satu sudut ruangan ambrol. ‘’Sebelumnya anak-anak sudah antusias sekali dengan tempat belajar yang baru. Karena mereka telah menunggu sekitar 1,5 tahun pembangunannya,’’ ungkap Naning, sapaannya.

Untuk sementara kegiatan belajar-mengajar memanfaatkan rumah semipermanen milik warga. Hanya, tempatnya kurang representatif. Pasalnya, luas ruangan hanya 6×10 meter. Sedangkan, jumlah peserta didik PAUD, TK, dan RA Darussalam, Semen, Paron, berjumlah 60 anak. ‘’Bangunan sekolah yang rusak itu dibangun secara swadaya,’’ jelasnya.

Dampak kerusakan angin kencang itu kali pertama diketahui oleh Khoirul Zahri, warga setempat. Dia yang saat kejadian berada di dalam rumah untuk berlindung, tiba-tiba mendengar suara seperti pesawat jatuh. Karena penasaran, Khoirul lantas memastikan keadaan.

Dia langsung terperanjat sekaligus kaget ketika atap bangunan PAUD, TK, dan RA Darussalam, Paron, tersingkap angin kencang. ‘’Genting bangunan berhamburan. Beberapa pohon di dekatnya juga bertumbangan,’’ terangnya.

Berdasarkan hasil perkiraan BPBD, kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta. Mereka masih terus melakukan pendataan pascamusibah kemarin. (mg1/c1/her)

Tertimpa Kayu Belandar setelah Lindungi Anaknya

Sutini mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kauman. Dia mengalami patah tulang kaki dan terluka di bagian punggungnya tertimpa atap rumah.

CURAH hujan yang tinggi ditambah embusan angin yang kencang melanda Ngawi dan sekitarnya dalam dua hari terakhir, yakni pada Kamis (19/12) dan Jumat (20/12). Kondisi yang sama masih akan terjadi beberapa hari mendatang.

Pada Kamis lalu kecepatan angin 7–25 knot. Angka tersebut setara 14–45 kilometer per jam. Dampaknya beberapa rumah warga di Kecamatan Sine, Karanganyar, dan Paron rusak. Sejumlah pohon juga dilaporkan tumbang. Bahkan, sampai menimpa rumah warga.

Misalnya yang dialami oleh Sutini, warga Dusun Tremes, Desa/Kecamatan Karanganyar. Perempuan 50 tahun itu sampai harus dilarikan ke Puskesmas Kauman karena kaki dan punggungnya terluka setelah tertimpa kayu belandar. Saat itu korban sedang melindungi kedua anaknya. ‘’Anaknya berhasil selamat setelah loncat ke samping rumah dan satunya dilindungi ibunya,’’ kata Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Alfian Wihaji Yudono Kamis (20/12).

Angin kencang juga memorak-porandakan rumah Darto Utomo dan Agus. Keduanya merupakan warga Dusun Bancak, Desa/Kecamatan Sine. Rumah keduanya rusak setelah tertimpa pohon yang tumbang diterjang angin.

Proses evakuasi tidak bisa dilakukan pada saat itu. Kondisi lokasi kejadian gelap lantaran listrik mati. Pembersihan material rumah warga yang rusak baru bisa dilakukan kemarin pagi. ‘’Kerugian total diperkirakan mencapai Rp 70 juta,’’ ungkap Alfian.

Sementara itu, BMKG Juanda memprediksi awan kumulonimbus terus menaungi hampir sebagian daerah di Jatim. Awan tersebut memang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Juga berpotensi menimbulkan angin kencang.

Alfian menambahkan, warga harus waspada saat melihat awan seperti itu. ’’Warga harus berhati-hati. Hal itu bisa memicu embusan angin yang kencang,’’ ujarnya. (mg1/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close