Madiun

Asparindo Tak Gegabah ”Akuisisi” Pasar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Asparindo survei empat pasar pada Kamis (25/2). Meliputi Sleko, Mojorejo, Kawak, dan Sri Jaya. Satu dari keempat pasar itu bakal ”diakuisisi” dengan sistem pengelolaan build operate transfer (BOT).

Direktur Eksekutif Asparindo Suhendro mengatakan, sejatinya tiap pasar memiliki keunikan tersendiri. Pun seluruhnya berada di lokasi strategis. Semisal Pasar Kawak yang tertua dan berada di kawasan pecinan. Pasar ini dikenal dengan komoditas dagangan berkualitas jempolan. ‘’Pasar ini punya embrio yang bagus. Lokasinya di tengah kota, kalau ditata rapi dan bersih pasti jadi jujukan banyak orang,’’ ujarnya.

Pasar Sri Jaya tak kalah menariknya. Pasar ini merangkum empat titik keramaian dalam satu kawasan. Meliputi Sri Jaya, burung, sayur, dan kotak. Sayangnya, bangunannya sudah banyak yang rusak. Pun, penyekatannya dengan sistem blok dan diberi terpal memberi kesan kurang bersih. ‘’Jika difokuskan menjadi satu dengan bentuk hanggar kemudian ditata rapi dan bersih tentu lebih bagus,’’ terangnya.

Asparindo menilai Pasar Mojorejo seperti mati suri. Sedangkan lantai dua Pasar Sleko terkesan banyak yang kosong. Merujuk lokasinya yang juga di tengah kota, potensi kedua pasar itu tak bisa dipandang sebelah mata. ‘’Semua pasar yang kami survei semuanya potensial,’’ ungkap Suhendro.

Asparindo perlu pendalaman sebelum mengelola salah satu pasar. Setelah semuanya terkonsep matang, barulah melakukan paparan di hadapan wali kota untuk memulai penawaran kerja sama. ‘’Sekarang baru survei on the spot. Masih perlu survei data. Setelah itu baru dianalisis,’’ urainya. (mg2/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button