Pacitan

ASN Nekat Mudik Terancam Dipecat 

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sanksi indisipliner mulai teguran hingga pemberhentian tidak hormat menanti aparatur sipil negara (ASN) yang nekat mudik. Pun pemerintah telah memutuskan mengganti cuti bersama Lebaran kali ini pada akhir tahun nanti. ‘’Masih cukup panjang liburnya. Karena bertepatan tanggal merah akhir pekan,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pacitan Supomo Minggu (17/5).

Supomo mengungkapkan, per 9 April lalu Kemen PAN-RB menerbitkan SE 46/ 2020 tentang Pembatasan Keluar Daerah dan Cuti ASN. Kemudian disusul bupati. Dalam SE tersebut, hanya kategori mendesak bagi PNS yang diperkenankan bepergian keluar daerah. Salah satunya, kabar duka dari keluarga dekat. ‘’Sudah kami sampaikan ke masing-masing OPD,’’ jelasnya.

Bagi yang nekat melanggar, lanjut Supomo, bakal diganjar sanksi berat. Mulai penundaan kenaikan jabatan, penurunan pangkat, hingga pemberhentian secara tidak hormat. ‘’Nanti sanksi akan diberikan langsung atasan masing-masing. Kalau kepala OPD oleh sekda,’’ tegas Supomo sembari menyebut pencabutan SE mengikuti perkembangan pandemi korona.

Sementara Bupati Pacitan Indartato berharap surat edaran tersebut dipatuhi. Pun tak nekat mencoba mudik di tengah pandemi kali ini. Termasuk menjadi contoh bagi masyarakat untuk memutus rantai penularan virus Covid-19. ‘’Termasuk tahun ini tidak ada cuti panjang bagi pegawai,’’ ujarnya.

Pak In, sapaan Indartato, mengungkapkan, sejak 13 Mei lalu pemerintah pusat juga memperpanjang masa bekerja dari rumah bagi ASN hingga 29 Mei mendatang. Kebijakan tersebut membuat pegawai Pemkab Pacitan dapat bekerja bergantian ke kantor sehari sekali. ‘’Untuk kembali aktif seperti dulu, masih ikut petunjuk dari atas,’’ terang Pak In. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close