Madiun

ASN Kemenag Positif Covid-19

Terinfeksi usai Mengikuti Pelatihan Haji di Surabaya

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pertahanan biologis yang dibangun oleh Pemkab Madiun akhirnya jebol juga. Menyusul seorang warganya dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa lalu (31/3). Kasus pertama itu ditemukan di Desa/Kecamatan Geger. Penderitanya adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kantor Kemenag Kabupaten Madiun. ‘’Ya, satu warga Kabupaten Madiun terkonfirmasi positif korona,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami Rabu (1/4).

Saat ini yang bersangkutan sedang dirawat di RSUD dr Soedono. Berdasarkan hasil tracing, penderita merupakan klaster Sukolilo, Surabaya. Setelah sebelumnya pada 8–18 Maret mengikuti pelatihan pendamping haji bersama satu staf lain dari kantor Kemenag. Turut serta dalam pelatihan satu dokter dan dua perawat dari dinas kesehatan (dinkes). Mereka tergabung dalam satu grup dengan intensitas kebersamaan cukup tinggi.

Selama mengikuti pelatihan, penderita sempat mengeluh tidak enak badan. Sepulang dari Surabaya, yang bersangkutan kemudian melakukan aktivitas seperti biasa. Termasuk masuk kerja dan bersosialisasi dengan masyarakat. Bahkan, pada 23 Maret sempat mengikuti pelantikan sebagai badan permusyawaratan desa (BPD).

Kemudian sehari setelahnya (24/3) yang bersangkutan mengeluh sakitnya tidak kunjung sembuh dan memutuskan memeriksakan diri ke RSUD Dolopo. Sejak itu dia dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dan dirujuk ke RSUD dr Soedono untuk diisolasi.

Pihak rumah sakit lantas mengambil spesimen sputum, nasofaring, dan orofaring pasien tersebut untuk kemudian diperiksakan di laboratorium Litbangkes Kemenkes. Lalu, keesokan harinya hasil tes keluar. PDP asal Geger tersebut dinyatakan terinfeksi SARS-CoV-2 oleh Pemprov Jatim. ‘’Sampai hari ini (kemarin, Red), kondisi pasien yang sudah dirawat selama satu minggu itu dalam keadaan baik,’’ ujar bupati yang akrab disapa Kaji Mbing tersebut.

Kemunculan kasus pertama korona itu langsung disikapi serius oleh pemkab. Dinkes diminta untuk melakukan penelusuran riwayat kontak penderita sejak dari Surabaya. ‘’Langkah itu kami lakukan bersama tim gugus percepatan penanganan Covid-19 beserta TNI-Polri,’’ terangnya.

Mereka yang sudah bersentuhan dengan penderita diminta untuk karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Apabila mengalami gejala batuk, pilek, disertai sesak napas untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Kaji Mbing mengharapkan peran masyarakat dalam memerangi korona supaya tidak semakin menyebar di Kabupaten Madiun. Warga diimbau untuk berdiam diri di rumah dan mengurangi aktivitas di luar apabila tidak ada urusan mendesak. ‘’Saya minta masyarakat untuk tetap tenang, juga mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. Dengan begitu, wabah Covid-19 akan lebih cepat teratasi,’’ tuturnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close