Ponorogo

ASN Jadi Calo Bakal Dipecat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni tak akan memberi ampun kepada oknum bermain kotor rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Orang nomor satu lingkup pemkab itu janji memberi sanksi berat kepada anak buahnya yang kedapatan menjadi calo. ‘’Kalau ketahuan ada ASN (aparatur spili negara, Red) jadi calo, langsung pecat,’’ tegasnya.

Ponorogo mendapat jatah 503 formasi dalam seleksi ASN tahun ini. Perinciannya, 298 tenaga pendidik, 113 tenaga teknis, dan 92 tenaga kesehatan. Kuota terbanyak untuk guru kelas 150 formasi. Di bawahnya pendidikan agama Islam (PAI) 91 formasi, pendidikan jasmani 42 formasi, dan mata pelajaran (mapel) 5 formasi. Tidak ada formasi khusus calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Alokasi formasi lebih banyak ketimbang CPNS 2018. Jumlah pendaftar diprediksi ribuan. Karena banyaknya pelamar, Ipong tidak memungkiri kemungkinan ada oknum menawarkan bantuan demi memuluskan langkah menjadi abdi negara. Dia mewanti-wanti masyarakat tidak mudah percaya. ‘’Jangan sampai tertipu. Saya jamin proses seleksi CPNS ini murni. Kalau ada calo, silakan lapor,’’ paparnya.

Ipong mengatakan, masyarakat harus percaya terhadap proses penyelenggaraan. Dari waktu ke waktu sistem rekrutmen terus dibenahi. Karenanya, iming-iming bantuan jangan dipercaya. Lebih baik mempercayai kemampuan sendiri. ‘’Zaman sekarang sudah tidak ada hal-hal semacam itu (calo, Red),’’ ujar bupati.

Dia menegaskan seleksi CPNS 2019 siap diselenggarakan. Penyelenggaraannya mengacu aturan pemerintah pusat yang terbagi dalam dua tahap. Seleksi administrasi digelar tahun ini dan tahap pelaksanaan seleksi kompetensi dasar dan bidang (SKD-SKB) tahun depan. Anggaran Rp 1,5 miliar disiapkan untuk dua tahapan tersebut. ‘’Dibagi secara proporsional,’’ pungkasnya. (naz/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button