Ngawi

Askab PSSI Ngawi Cari Penerus Sahrul Kurniawan dan Irfan Jauhari

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ngawi menorehkan tinta emas dalam buku sejarah persepakbolaan tanah air. Adalah Muhammad Sahrul Kurniawan dan Irfan Jauhari yang mampu menembus skuad tim nasional (timnas) Indonesia. Sahrul asli Desa/Kecamatan Jogorogo dan Irfan berasal dari Desa Kandangan, Ngawi.

Kiprah keduanya sama-sama diawali dari sistem penjaringan pemain muda berbakat di daerah. Kegiatan yang hampir serupa seleksi timnas U-16 tahun ini. Akankah youngster asli Bumi Orek-Orek lainnya menghiasi skuad garuda muda dari proses seleksi zona VII Jawa Timur hari ini? ‘’Kami berharap Sahrul dan Irfan bisa menjadi motivasi para pemain muda,’’ kata Arief Nur Wahyudi, asisten pelatih seleksi timnas U-16 Askab PSSI Ngawi, Jumat (28/5).

Sahrul turut membawa Indonesia juara Asean Football Federation (AFF) U-19 Championship 2013. Siapa sangka kontribusi pemain jebolan sekolah sepak bola (SSB) Margolangu, Ngawi, itu hasil proses seleksi berjalan coach Indra Sjafri.

Sementara, perjalanan Irfan lebih panjang. Dia lebih dulu meniti karier sepak bola di beberapa klub. Sebelum akhirnya dipanggil masuk timnas U-19 pada akhir 2019. Penyerang bertinggi badan 173 sentimeter itu kini masuk pemain muda di timnas senior asuhan Shin Tae-yong.

‘’Saya ingat kala itu masih diperbantukan di Ngawi FC U-17. Lalu, coach Indra Sjafri datang ke Ngawi bersama rombongan timnas U-17,’’ kata Sahrul mengenang awal perjalanan masuk timnas sembilan tahun silam.

Sahrul mengungkapkan, coach Indra datang ke Ngawi dalam seleksi berjalan tur Nusantara. Pemain timnas U-17 diujicobakan melawan Ngawi FC U-17. Statusnya kala itu sebagai pemain yang diperbantukan di klub lokal tersebut. Di akhir pertandingan, Ngawi FC kalah telak 1-5. ‘’Tapi, setelah pertandingan, coach Indra dan pelatih memanggil saya, dan menawari ikut seleksi timnas U-17,’’ terang pencetak gol hiburan pada pertandingan 17 Mei 2012 itu.

Sahrul tidak ingin melewatkan tawaran Indra. Pemain berzodiak Gemini itu lantas ambil bagian dalam tur Nusantara di 30 daerah. Sistemnya, jika gagal dalam seleksi, maka harus rela pulang. ‘’Alhamdulillah menjadi salah satu pemain yang lolos,’’ ucapnya.

Pemain 26 tahun itu meminta para peserta seleksi timnas U-16 tidak minder. Mereka harus punya mental kuat dan menunjukkan talentanya di hadapan coaching scout Asprov PSSI Jatim. ‘’Saya yakin ke depan banyak pemain muda berbakat lahir dari Ngawi, seperti Irfan Jauhari,’’ sebutnya.

Beda dengan Sahrul yang bermain di SSB, Irfan dipanggil masuk timnas U-19 kala menjadi pemain Bali United U-18. Prestasinya membawa klub juara Elite Pro Academy 2019 dan meraih best player, membuat Shin Tae-yong kepincut. Jebolan SSB Internal FC, Ngawi, itu awalnya diikutkan rombangan timnas U-18 latih tanding lawan tiga youth club di Eropa. Yakni, Arsenal FC, Real Madrid, dan Inter Milan. ‘’Lalu, akhirnya saya lolos seleksi timnas U-19 dan senior. Itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri,’’ ungkap pemuda 20 tahun yang pernah membela PSIS Semarang U-17 tersebut.

Irfan menuturkan, butuh kerja keras untuk menggapai posisi saat ini. Selain latihan bersama klub, juga membuat jadwal latihan khusus untuk mengasah kemampuan. Belasan pemain muda Ngawi yang ikut seleksi timnas U-16 diminta tidak mudah menyerah. ‘’Semoga banyak atlet muda asal Ngawi yang lolos dan bisa berprestasi membawa Indonesia juara,’’ harapnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button