Madiun

Arus Balik, Waspada Dua Black Spot Ini

MADIUN – Kembali ke perantauan dengan kendaraan pribadi sedianya lebih fleksibel dibandingkan dengan transportasi umum. Sebab, pemudik bisa menentukan sendiri waktu untuk berangkat, dan bisa berhenti sewaktu-waktu untuk beristirahat di rest area yang telah disediakan.

Namun, ada banyak faktor yang harus diperhatikan jika ingin melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi saat arus balik. Seperti menentukan jalur yang akan dilewati menuju kota tujuan. Salah satu aspek yang menjadi momok pengendara kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat adalah titik-titik black spot atau lokasi yang rawan terjadi kecelakaan.

Di jalur black spot ini pengendara harus benar-benar menjaga kondisi fisik maupun kendaraannya agar tak sampai mengalami kejadian yang tidak diinginkan. Di wilayah hukum Polres Madiun Kota, salah satu jalur black spot yang utama adalah sepanjang Jalan Raya Jiwan-Solo, khususnya mulai dari Desa Kincang Wetan hingga gapura perbatasan Kabupaten dengan Kota Madiun. Di sini kerap terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat, bahkan hingga mengakibatkan korban tewas.

Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Affan Priyo Wicaksono mengatakan, blackspot atau titik rawan kecelakaan pada arus balik dan mudik lalu hanya dipetakan menjadi dua titik. Acuannya, titik rawan kecelakaan dengan intensitas tertinggi selama Operasi Ketupat Semeru tahun lalu dan jumlah peristiwa terbanyak selama dua bulan terakhir. ’’Kalau potensi kecelakaan di seluruh tempat bisa terjadi. Tapi ada black spot yang bisa kita antisipasi dan waspadai bersama,’’ tutur dia.

Selain Jalan Raya Jiwan-Solo, titik blackspot lainnya adalah Jalan Ring Road Barat. Di jalan ruas kabupaten itu setidaknya sudah berulangkali terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kondisi itu dipengaruhi oleh jalan yang bergelombang serta lampu penerangan yang minim. Selain itu, banyak masyarakat yang keluar masuk dari jalan alternatif. ’’Karena itu, kami mengimbau masyarakat selaku pengguna jalan lebih hati-hati dalam berkendara,’’ kata Affan.

Sebagai tindaklanjut, pihaknya menerapkan manajemen quick response accident. Sistem itu diharapkan mampu memberikan penanganan secara cepat kepada masyarakat, terutama korban kecelakaan di jalan raya. ‘’Sesuai dengan namanya, quick response ini mempunyai tugas pokok merespon cepat setiap laporan yang masuk khususnya terkait dengan kecelakaan lalu lintas maupun bencana alam yang berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran lalu lintas (kamtibselcarlantas),’’ jelas Affan. (her/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close