features

Arif Budianto, Perajin Truk Oleng yang Pikat Minat Anak-Anak

Di balik keceriaan masa kanak-kanak, ada peluang bisnis yang bisa ditekuni. Arif Budianto memanfaatkan celah itu untuk mendapat untung. Miniatur truk oleng dibuatnya hingga laku ribuan unit. Bagaimana kisahnya?

RONAA NISA, Jawa Pos Radar Ponorogo

IDE itu didapat Arif Budianto dari video truk sarat muatan berjalan lenggok-lenggok. Konten itu banyak ditonton orang. Anto –sapaan Arif Budianto– sengaja menerjemahkan gerak truk oleng dalam bentuk mainan. Bahan bakunya kayu mahoni dan tripleks. Ada dua ukuran panjang, 60 senti dan 75 sentimeter. ‘’Diminati anak-anak juga,’’ aku Anto.

Butuh cukup waktu bagi Anto sebelum mampu membuat mainan truk oleng. Dia sempat kesulitan membentuk ban berikut cara geraknya. Tingkat kesulitan teratasi, lumayan gampang membuat badan truk lengkap dengan pernak-perniknya. ‘’Hampir seminggu saya melakukan uji coba,’’ ungkap warga Jalan Wilis, Kelurahan Nologaten, Ponorogo, itu.

Truk besutan Anto dilengkapi lampu. Tak ketinggalan ditempeli stiker di bagian kemudi dan bak. Pendek kata, dibuat semirip mungkin dengan truk yang biasa berseliweran di jalan. Dia sengaja memilih warna cerah lagi mencolok agar lebih memikat hati anak-anak. ‘’Truk dimainkan sambil dinyalakan lampunya,’’ jelasnya.

Pesanan membanjir hingga Anto sempat kewalahan. Dia akhirnya mengaryakan para tetangganya. Lima karyawan kini bekerja sedari pagi hingga sore. Ada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) membantu jaringan kelistrikan hingga lampu di truk mainan itu menyala berkedip-kedip. ‘’Kalau dimainkan malam lebih menarik,’’ ujar Anto.
Terhitung dua bulan terakhir, sebanyak 2.000 mainan truk oleng sudah terjual. Pesanan paling banyak datang dari Bandung. Anto berterus terang menangguk untung dari bisnis barang mainan yang awalnya hanya coba-coba itu. Omzetnya sebulan mencapai Rp 20 juta. Anto mematok harga Rp 150 ribu per unit mainan truk oleng. ‘’Selain menjual di toko saya sendiri, juga mengirim ke Surabaya, Jogja, Ngawi, dan Solo,’’ ungkapnya.

Anto ternyata juga membuat mainan truk tanpa oleng. Prosesnya lebih gampang dengan harga jual yang lebih murah Rp 50 ribu. Namun, peminatnya lebih besar yang truk oleng. Anak-anak dijamin terkekeh saat menarik truk yang bergoyang ke kiri dan ke kanan itu. ‘’Seperti berjoget. Kalau yang mainan truk biasa dari kayu sudah banyak di pasaran,’’ ucapnya. *(hw/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button