Madiun

Arief Purwanto Wakili Pelaporan Resmi Penghina Maidi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemilik akun media sosial Facebook (FB) atas nama Rio Setiyono resmi dilaporkan tim kuasa hukum Wali Kota Madiun Maidi. Tim kuasa hukum terdiri dari tiga pengacara yang diketuai Arief Purwanto bersama puluhan warga melayangkan aduan ke Mapolres Madiun Kota, Sabtu (7/3).

Pelaporan secara resmi ini menindaklanjuti aduan belasan warga yang sebelumnya diminta melengkapi beberapa persyaratan pendukung. Diketahui pemilik akun FB itu memberikan komentar tak pantas saat menanggapi berita berjudul Soal Tukar Guling Aset, Pemkot Madiun Ogah Turut KAI yang diberitakan realita.co. Link berita itu di-posting di akun grup FB Forum Pasar Besi Njoyo Madiun. Dalam komentarnya, pemilik akun itu menyebut nama Wali Kota Madiun Maidi dan Presiden RI Joko Widodo. ‘’Kami serahkan surat kuasa dan pengaduan serta bukti awal,’’ kata Arief.

Dalam laporan itu, pihaknya membawa bukti awal berupa hasil tangkap layar (screenshot) yang sudah dicetak. Arif pun menilai, komentar pemilik akun FB itu tidak pantas. Selain menjelek-jelekan wali kota, juga menyebut nama presiden. ‘’Kami tim kuasa hukum wali kota (Maidi, Red) dan masyarakat bersama-sama mengajukan pengaduan,’’ ujarnya.

Arief menjelaskan, laporan aduan tersebut berkaitan dengan UU ITE. Serta adanya unsur pencemaran nama baik, secara pribadi maupun jabatan sebagai wali kota. Mereka berharap aduan segera ditindaklanjuti. ‘’Laporan kami berkaitan dengan ITE. Ini pencemaran nama baik, secara pribadi maupun wali kota,’’ ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota Iptu Fatah Meilana berjanji bakal menindaklanjuti pengaduan tersebut. Tahap awal, pihaknya bakal mendalami aduan tersebut. ‘’Secara resmi sudah kami terima terkait adanya penghinaan yang disebar di Facebook,’’ kata Fatah.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Madiun, akun FB tersebut telah dihapus. Jika diketikkan kata kunci nama akun di pencarian FB, maka muncul sekian akun itu. Jika sebelumnya muncul foto profil yang sama dengan yang digunakan untuk meninggalkan komentar negatif itu, saat ini sudah tidak ada lagi. Satreskrim bakal melibatkan tim siber untuk menelusuri. Apakah akun itu anonim yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan kredibilitas seseorang atau memang akun resmi? ‘’Segera kami identifikasi,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button