Ngawi

Ari Yoga Wisnu Wardhana, YouTuber Pertama Asal Ngawi yang Mendapat Silver Play Button

Sempat Ingin Jual Akun YouTube Seharga Rp 8 Juta

Semakin pesat kemajuan teknologi, semakin terbuka banyak kesempatan untuk berkarya. Ari Yoga Wisnu Wardhana sudah merasakannya. Dia bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari YouTube. Bahkan, remaja asal Desa Klitik, Kecamatan Geneng, itu menjadi YouTuber pertama asal Ngawi yang mendapatkan silver play button.

=================

DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

KAMAR berukuran 3×2,5 meter tersebut terlihat semarak. Beberapa piagam penghargaan menempel di sebagian dinding kamar. Barang-barang elektronik juga tampak berjejal berebut ruang. Menyesaki kamar.

Di ruangan itu, Ari Yoga Wisnu Wardhana sibuk di depan layar laptop. Tangan kanannya memegang mouse yang selalu dia gerakkan ke sana ke mari. Sementara itu, jari-jari tangan kirinya lebih anteng di atas tombol huruf dan angka yang berjejer pada keyboard.

Pada layar laptop sebelah kiri, Yoga Gembul –sapaan akrabnya– membuka aplikasi Adobe Premiere Pro. Sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengedit video. Saat itu, dia sedang menyelesaikan editan video tentang petasan sebelum kemudian di-upload ke channel YouTube-nya.

Yoga memang beda dari YouTuber lain. Dia condong menempatkan petasan sebagai alat media untuk memenuhi kebutuhan konten. ‘’Mercon (petasan) menjadi daya tarik tersendiri, khusunya bagi anak-anak. Terlebih di bulan puasa,’’ kata remaja asal Desa Klitik, Kecamatan Geneng, itu Selasa lalu (17/12).

Konten yang diusungnya tersebut ternyata mempunyai tempat tersendiri di hati para viewers. Bahkan, salah satu kontennya berjudul Nyumet Mercon di Dalam Tanah sudah ditonton lebih dari 8,3 juta kali.

Yoga mengaku sudah aktif menjadi content creator sejak tiga tahun lalu. Selama itu sejumlah konten telah dibuatnya. Mulai dari me-review makanan, traveling, hingga motovlog. ‘’Bahkan, konten komedi pernah saya buat,’’ ujarnya.

Meski demikian, Yoga mengaku bahwa dirinya sempat berhenti berkarya. Karena dia menganggap apa yang dikerjakannya tidak membuahkan hasil. Sementara, uang yang dikeluarkannya untuk membuat konten sudah banyak. ‘’Pernah akun sempat ingin saya jual. Saat itu ditawar Rp 8 juta dengan jumlah 11 ribu subscriber,’’ terangnya.

Namun, orang tuanya melarang untuk menjual akun tersebut. Niat untuk menjual akun kemudian urung dilakukan. ‘’Dulu awalnya hanya bermodal tongkat narsis (tongsis) seharga Rp 15 ribu untuk membuat konten. Pernah juga pakai Y-cam seharga Rp 500 ribu,’’ ungkapnya.

Sejak itu Yoga terus aktif membuat konten menarik tentang petasan. Hingga akhirnya pada pertengahan 2019 dia mendapatkan silver play button dari YouTube karena telah mempunyai 100 ribu subscriber. ‘’Sebetulnya notifikasi sudah sejak tiga bulan sebelumnya. Tapi penghargaan itu baru sampai Agustus lalu setelah subscriber saya sudah menembus angka 200 ribu,’’ jelasnya. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close