Magetan

Area Ponpes Temboro Lockdown

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Area Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah, Desa Temboro, Karas, diberlakukan lockdown menyusul klaim pemerintah Malaysia adanya sejumlah santri asal negara tersebut yang dinyatakan positif Covid-19. Tamu maupun wali santri tidak diperbolehkan masuk. ”Juga tidak boleh ada aktivitas yang melibatkan banyak orang,” kata Kepala Harian Posko Bencana Non Alam Pandemi Covid-19 Magetan Ari Budi Santosa Kamis (23/4).

Pihaknya telah menerjunkan sejumlah personel untuk memantau warga Temboro. Diketahui, sebagian warga masih beraktivitas seperti biasa, meski ada imbauan untuk melakukan physical distancing. Pun, beberapa toko nonsembako masih buka. ”Tapi terpantau sepi,” ujarnya.

Sebagian petugas, lanjut dia, melakukan penjagaan di jalan masuk menuju lingkungan pasien positif ke-10. Juga di area isolasi kompleks Saridin dan pintu masuk menuju markas Trangkil.

Dia menyebut, tidak ada larangan bagi warga setempat keluar desa. Namun, mereka wajib mengenakan masker. ”Semua orang yang keluar diarahkan lewat pertigaan Kembangan. Sementara, yang dari Jungke hanya untuk warga setempat yang hendak masuk saja,” paparnya.

Kepala Bidang Pendidikan Pondok Pesantren Kementerian Agama Magetan Yusron Kholid mengatakan, para santri yang masih tinggal di ponpes menjadi kewajiban pengelola untuk mengatur mereka agar melaksanakan physical distancing. ‘’Ini semua demi mencegah penularan Covid-19,” ujar Yusron. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close