Ngawi

Area Persawahan di Ngawi Zona Merah Serangan Hama Tikus

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Pertanian (Dispertan) Ngawi menetapkan area persawahan di semua kecamatan termasuk zona merah hama tikus. Karena itu, disperta meminta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) tikus tidak dikendurkan. Bahkan, masing-masing kelompok tani (poktan) melakukan pengasapan dengan belerang di area persawahan minimal 10 hektare.

Kabid Tanaman Pangan Dispertan Ngawi Amirudin mengatakan, gropyokan tikus harus dilakukan secara kontinu dan serentak. Sebab, jika perseorangan hasilnya tidak maksimal. Karenanya, peran poktan atau gabungan poktan (gapoktan) sangat penting. ‘’Selain itu terpadu, tidak hanya dinas pertanian, tapi juga dari pemerintah desa, Polri, dan TNI. Soalnya sepasang tikus bisa melahirkan 1.122 tikus dalam setahun. Migrasi tikus juga sangat cepat,’’ terangnya.

Amirudin menambahkan, perburuan tikus dengan senapan angin tak dipermasalahkan. Praktik penembakan itu diklaim tidak membahayakan. Sebab, pemburunya berbekal lampu senter dan laser. ‘’Penembakan juga cukup efektif,’’ ujarnya. (mg3/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button