AdvertorialMadiun

APTIK Terus Beri Kontribusi ke Masyarakat

Kusbiantoro Gantikan Romo Paulus Wiryono sebagai Ketua

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suksesi kepemimpinan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) melalui kongres menghasilkan keputusan besar. Ketua APTIK yang sebelumnya dijabat oleh Romo Paulus Wiryono (2017–2020) resmi beralih ke Kusbiantoro dari Universitas Parahyangan Bandung untuk periode 2020–2023.

Dalam kongres yang digelar 13–14 Maret lalu di Aston Hotel Madiun itu, selain memilih ketua, pengurus dan penerimaan anggota APTIK baru, juga membahas sejumlah program ke depan.

Ketua Yayasan Widya Mandala Madiun Romo Boedi Prasetijo mengatakan, kongres diikuti sebanyak 53 peserta. Terdiri dari 21 yayasan dan perguruan tinggi (PT) yang diwakili oleh rektor serta ketua yayasan, sepuluh pengurus APTIK dan satu undangan. ‘’Ada beberapa perihal yang dibahas seperti program sudah maupun belum terealisasi. Semua itu kemudian dikaji kelebihan maupun kekurangannya untuk dijadikan pertimbangan dalam menyusun program selanjutnya,’’ katanya Sabtu (14/3) lalu.

Selain itu, Romo Boedi menambahkan, seluruh ketua yayasan yang hadir diajak belajar bersama mengenai tata kelola yayasan. Seperti bagaimana mengelola sebuah yayasan secara profesional. ‘’Sekarang Universitas Katolik Widya Mandala Madiun sudah resmi bergabung dengan Surabaya. Kemudian berganti nama menjadi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun,’’ terangnya.

Sementara dalam sambutannya, Romo Paulus Wiryono memaparkan sejumlah program yang telah sukses direalisasikan selama dirinya menjabat Ketua APTIK periode 2017–2020. Misalnya, APTIK Peduli Mentawai. Program itu berupa pemberian beasiswa kepada putra-putri Mentawai yang ingin kuliah di PT dibawah naungan APTIK. ‘’Total ada sebanyak 147 mahasisa asal Mentawai yang telah mendapatkan beasiswa kuliah,’’ ujarnya.

Program lainnya yang dinilai sukses adalah pemberdayaan PT anggota APTIK dalam meningkatkan akreditasi. Saat ini hampir semua PT dibawah naungan APTIK telah berakreditasi A dan B. ‘’Kami juga memberikan beasiswa bagi dosen yang ingin melanjutkan studi di PT anggota APTIK,’’ imbuh Romo Wiryono.

Menurutnya, capaian program yang terealisasi semasa kepemimpinannya sekitar 80 persen. Selanjutnya, Romo Wiryono berpesan agar seluruh anggota APTIK bekerja keras meningkatkan kualitas pendidikan Tanah Air. ‘’Karena ini dampaknya sangat terasa, maka ke depan program-program harus dikembangan dengan maksimal,’’ harapnya.

Terpisah, Kusbiantoro yang terpilih sebagai ketua APTIK baru untuk periode 2020–2023 memastikan bakal melanjutkan program yang sebelumnya telah berjalan dengan baik. ‘’Kembali pada visi-misi APTIK, hal terpenting adalah apa yang bisa diberikan kepada masyarakt Indonesia di berbagai bidang kehidupan dan segala sektor,’’ katanya.

Kusbiantoro mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang didera berbagai macam isu. Untuk itu, dia berharap APTIK bisa berperan mengembalikan jati diri masyarakat. ‘’Dengan begitu, masyarakat tidak akan terombang-ambing dalam perubahan besar yang kini sedang terjadi,’’ ungkapnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan tentang pentingnya saling menghormati keberagamaan. Baik itu soal kehidupan maupun pendidikan. ‘’Semisal ingin mengembangkan bahan makanan pokok padi. Di Indonesia tidak hanya beras, namun ada jagung, sagu dan masih banyak lagi. Semua harus kita kembangkan,’’ papar Kusbiantoro.

Di samping itu, Kusbiantoro mengatakan untuk menuju tujuan utama diperlukan komunikasi dan kerja keras seluruh anggota APTIK. Sebab, pihaknya dituntut untuk meneruskan jaringan mengenai pendidikan tinggi. Selain itu, tentang pengabdian dan penelitian serta digital learning. ‘’Kami berharap semoga bisa memberikan kontribusi lebih ke masyarakat,’’ pungkasnya. (fit/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close