AdvertorialNgawi

Apresiasi Lulusan Terbaik Bintara Polisi, Kapolres Motivasi Pemuda Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto memberikan reward khusus kepada Bripda Muhamad Al Azhar. Itu setelah putra pasangan Heru Sukamto dan Khomsiatin, warga Dusun Tempurrejo, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi, tersebut menjadi lulusan terbaik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim 2020. ”Kami apresiasi atas upayanya berhasil meraih prestasi sebagai lulusan terbaik di SPN dari segi akademik,” kata AKBP Dicky Ario Yustisianto usai penyerahan penghargaan dalam upacara yang dilaksanakan di Polres Ngawi Selasa (9/3).

Pemberian reward tersebut juga sebagai motivasi kepada semua pemuda di Kabupaten Ngawi agar berprestasi. Mengikuti jejak Azhar, sapaan Bripda Muhamad Al Azhar. Khususnya bagi pemuda yang ingin menjadi polisi. Terlebih, prestasi tersebut nyatanya bisa membanggakan orang tua. Sedangkan yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil baik itu, menurutnya, hanya niat dan tekad yang tulus. ”Prestasi apa pun asalkan positif dan membangun tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara kelak,” ujarnya.

Apa yang sudah dicapai Azhar merupakan bukti bahwa siapa saja bisa menjadi polisi. Pun dilakukan secara profesional dan transparan. Tanpa membedakan latar belakang status keluarga kaya ataupun anak pejabat. Itu mengingat Azhar hanya anak dari pasangan kuli bangunan dan pedagang sayur keliling. Keberhasilannya bukan sekadar buah keberuntungan, melainkan juga kerja keras selama mengikti pendidikan di SPN Polda Jatim. ”Orang tua tentu punya peran besar dalam men-support, bukan dengan uang tapi juga ketulusan doa,” tuturnya.

Sementara Azhar mengaku bersyukur karena tak mengira bakal lolos seleksi, bahkan lulus dengan predikat terbaik. Diakuinya, cita-cita menjadi polisi muncul saat masih duduk di bangku SMA. Berawal dari kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan dan kecil kemungkinan melanjutkan kuliah seperti kebanyakan teman lainnya. ”Sambil menunggu ada pendaftaran, saya menempa fisik dengan rutin olahraga dan belajar soal-soal tes tulis,” terangnya.

Saat pendaftaran bintara polisi dibuka, Azhar segera berangkat ke Surabaya. Remaja 19 tahun itu beruntung. Sejak awal tes, dia lolos hingga tahap final. Diakuinya, selama menjalani pendidikan di SPN, yang terpikir di benaknya adalah harus bersungguh-sungguh. Dia tak ingin sekadar lulus, tapi juga bisa membuat bangga kedua orang tua. Azhar bertekad menjadi polisi yang jujur, berani, dan mengayomi masyarakat. Karena itu, harus dibangun dari awal mental yang positif. ”Ingin membuktikan bahwa polisi benar-benar mengayomi, membela rakyat, dan benar-benar menegakkan hukum,” tegasnya. (rio/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button