Pacitan

Apindo Pacitan Tolak UMK 2021 Naik

Tunggu Rapat Dewan Pengupahan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Besaran upah minimum kabupaten (UMK) Pacitan tahun depan belum ditentukan. Sampai dengan Kamis (5/11) para pihak yang tergabung dalam dewan pengupahan belum melakukan pembahasan terkait penentuan UMK 2021. Kendati begitu, antara serikat pekerja dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) beda pendapat menyikapi perlu tidaknya UMK naik.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Pacitan Dwi Murniati berharap UMK tahun depan naik 5,65 persen sesuai dengan ketentuan pemprov. Artinya, besaran UMK 2021 diusulkan naik sekitar Rp 100 ribu dibandingkan nilai UMK tahun lalu sebesar Rp 1.913.321. ‘’Kalau kami minta dinaikkan,’’ katanya Kamis (5/11).

Usulan tersebut akan pihaknya bawa ketika rapat bersama dewan pengupahan. Murni juga akan meminta penjelasan apabila perusahaan menolak permintaan kenaikan UMK. ‘’Kalau dampak Covid-19 dijadikan alasan untuk tidak menaikkan UMK, harus dibuktikan seberapa parah dampak tersebut. Karena, dari kacamata kami, masih ada perusahaan di masa pandemi justru semakin meningkat produksinya,’’ beber Murni.

Terpisah, Ketua Apindo Pacitan Anang Setiaji tegas menolak UMK 2021 naik. Sebab, banyak perusahaan yang mengurangi produksinya karena terdampak pandemi. ‘’Dengan kondisi seperti ini, justru tidak layak ada kenaikan,’’ ujarnya.

Anang menyebut, sampai saat ini rapat dewan pengupahan untuk menentukan besaran UMK 2021 belum digelar. Dia berharap pembahasan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, sesuai surat edaran (SE) Menaker, besaran UMK harus segera diusulkan ke gubernur paling lambat 12 November mendatang. ‘’Hal seperti itu harusnya langsung disikapi. Jika terlambat, biasanya ada sanksi berupa peringatan tertulis,’’ ungkapnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button