NgawiPeristiwa

Apes, Satu Rumah Rata Tanah Diterjang Puting Beliung

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Siti Fathonah hanya duduk termangu dengan tatapan kosong saat mendapati rumah yang ditempati setahun terakhir rata tanah. Itu terjadi usai angin puting beliung menerjang wilayah Dusun Cerme, Desa Gentong, Paron, Senin sore (17/2).

Siti mengaku awalnya sedang beraktivitas di dapur. Tidak lama berselang terdengar gemuruh angin. Dia pun bergegas lari ke depan dan berupaya menyelamatkan anaknya keluar rumah. Kali pertama si bungsu, Abeng Angger Satrioji, 6, yang digendong keluar. Kemudian, disusul sang kakak, Qurotul Ayu Ningtyas, 12. ‘’Awalnya sempat kesulitan ketika berusaha membuka pintu karena macet,’’ ungkapnya.

Saat itu dia hanya fokus menyelamatkan diri. Sementara, beberapa tetangga berteriak-teriak dari luar rumah. Setelah berhasil keluar dan menengok ke belakang ternyata rumah yang ditempatinnya sudah ambruk. ‘’Saya tidak mendengar suara ambruknya rumah karena suara gemuruh angin cukup kencang,’’ tuturnya.

Kini, Siti dan kedua anaknya sementara waktu menumpang di rumah ibunya.  ‘’Suami saya sedang bekerja di luar kota,’’ ungkapnya sembari menyebut meski rumahnya hancur dia bersyukur keluarganya selamat.

Kepala Desa Gentong Priyo Prayetno menuturkan, kejadian tersebut berlangsung cepat. Awalnya sejumlah warga melihat kilatan cahaya di langit yang saat itu dalam kondisi mendung. Kemudian, turun hujan gerimis disertai angin kencang datang. ‘’Anginnya sebentar, cuma dua sampai tiga menitan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Edy Yuli Erwanto mengatakan bahwa total ada sembilan bangunan yang terdampak puting beliung kali ini. Satu di antaranya –milik Siti Fathonah- rata dengan tanah. ‘’Satu tempat penggilingan padi juga terdampak,’’ ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, lima pohon tumbang. Salah satunya menimpa rumah warga dan merusak teras. ‘’Rumah-rumah yang terdampak kebanyakan mengalami kerusakan di bagian genting akibat tertiup angin,’’ paparnya sembari menyebut kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Setelah angin kencang reda, kata Edy, warga dibantu anggota TNI, Polri, dan beberapa relawan melakukan pembersihan dan membantu perbaikan rumah yang terdampak. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close