MadiunPeristiwa

Apes! Rumah Jumarno Ludes saat Ditinggal Kerja

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Jumarno hanya bisa pasrah saat melihat kobaran api yang melalap rumahnya di RT 10, RW 02, Dusun/Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kamis (24/10). Usahanya memadamkan api bersama tetangga tidak berhasil. Api terus menjalar ke semua bagian rumah. Asap pun makin mengepul.

Lelaki 47 tahun itu menjelaskan, saat kejadian tidak ada seorang pun anggota keluarga yang berada di rumah. Dia sejak pagi pergi ke sawah. Sedangkan, Narti istrinya bekerja menjaga toko di tempat tetangganya. Sementara, Dana Wiji Saputra berada di rumah lain yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggalnya yang terbakar.

Dia mengaku mendapat informasi dari tetangga bahwa salah satu rumahnya terbakar. Saat itu juga, Jumarno dan Narti langsung pulang meninggalkan pekerjaannya. Sementara, Dana yang ketika kebakaran terjadi sedang tertidur, langsung terjaga setelah mendengar warga menggedor-gedor pintu rumah.

Mereka dan warga kaget melihat asap yang membubung tinggi dan jilatan api yang sudah menghanguskan separo isi rumah semipermanen tersebut. Selain itu, beberapa perabot rumah dan sejumlah dokumen penting ikut terbakar.

Kepala Bidang Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Madiun Krisna Setiyawan menyatakan, kebakaran diduga disebabkan arus pendek listrik atau korsleting. Sumber apinya berasal dari dalam kamar. Akibat kejadian tersebut, korban menelan kerugian mencapai sekitar Rp 35 juta. ’’Masyarakat harus lebih waspada dan memperhatikan betul hal-hal yang bisa memicu kebakaran saat musim kemarau seperti ini,’’ tutur Krisna. (mgc/c1/her)

Belum Punya Satuan Damkar

BENCANA kebakaran menjadi ancaman nyata saat musim kemarau. Hingga Kamis (24/10), pihak Satpol PP Kabupaten Madiun telah mencatat 44 kejadian kebakaran. Kasus tersebut didominasi kebakaran alang-alang serta perumahan dan perkampungan. ‘’(Kasus kebakaran) naik 25 persen dibandingkan tahun lalu,’’ kata Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Madiun Krisna Setiyawan.

Peningkatan jumlah kejadian kebakaran itu membuat petugas kewalahan. Terlebih jika peristiwanya bersamaan. Saat ini, jumlah personel dan armada tidak memenuhi. Sehingga, kasus kebakaran yang terjadi sulit diatasi.

Saat ini pihaknya hanya memiliki satu unit armada pemadam kebakaran (damkar). Jadi, apabila ada kejadian besar yang butuh unit lebih, kemudian di tempat lain juga ada kejadian, pihaknya sering meminta backup dari unit damkar Satpol PP Kota Madiun. ‘’Sangat kurang sekali tenaganya. Satuan damkar juga belum terbentuk sampai saat ini,’’ ungkap Krisna.

Karena itu, ke depan pihaknya berharap ada tambahan armada dan personel. Sebagai daerah yang mayoritas lahan hutan dan permukiman penduduk, potensi kebakaran di Kabupaten Madiun terbilang besar. Mereka optimistis ketersediaan SDM dan perlengkapan akan mempermudah penanganan kasus kebakaran. ‘’Sekarang hanya ada 25 anggota. Sedangkan armada damkarnya satu unit,’’ imbuh Kasi Linmas Satpol PP Agus Wardoyo.

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus tertinggi adalah kebakaran alang-alang. Kemudian, kebakaran di lingkungan penduduk. Untuk lokasi, kasus kebakaran paling banyak terjadi di Kecamatan Madiun, Wungu, Dagangan, dan Jiwan. (mgc/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button