News

Apa Fungsi Sistem Saraf Pada Sistem Gerak

×

Apa Fungsi Sistem Saraf Pada Sistem Gerak

Share this article

Apa Fungsi Sistem Saraf Pada Sistem Gerak – Sistem lokomotor manusia merupakan sekumpulan organ yang bekerja sama untuk menunjang tubuh manusia dalam bergerak. Sistem muskuloskeletal manusia terdiri dari otot, tulang (kerangka), dan persendian.

Gerak pada manusia terdiri dari sekumpulan organ yang bekerja sama untuk menunjang tubuh dalam bergerak.

Apa Fungsi Sistem Saraf Pada Sistem Gerak

Tulang merupakan alat gerak dalam tubuh yang terdiri dari unsur kalsium berupa garam yang terikat bersama kalogen. Rangka merupakan suatu sistem lokomotor, artinya tulang digerakkan oleh otot yang berfungsi sebagai alat gerak.

Kenali Sistem Saraf Manusia, Gangguan, Dan Cara Mencegah

Tulang sendiri tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi saja. Tulang juga merupakan bagian penting dalam menopang tubuh sekaligus melindungi organ penting manusia.

Periosteum adalah lapisan luar halus atau membran yang menutupi tulang. Membran ini memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perbaikan tulang.

Tulang padat ini berada di bawah membran periosteum dan mengandung sel tulang, pembuluh darah, batu kapur, fosfor, dan serat elastis. Serat halus ini berperan penting karena berfungsi menjaga kekuatan tulang agar tidak rapuh dan mudah patah.

Tulang spons berada di bagian tengah dan ujung tulang. Disebut spons karena tulangnya berlubang/lemah sehingga mirip spons.

Mengenal Sistem Saraf Tepi

Tulang panjang diisi dengan jaringan lemak yang disebut sumsum. Ujungnya ditutupi jaringan lunak tebal yang disebut tulang rawan.

Sumsum merupakan bagian dalam tulang yang banyak mengandung lemak. Sumsum juga berfungsi sebagai penghasil sel darah pada tubuh manusia.

Diambil dari Modul Biologi Sistem Gerak dan Sirkulasi, tulang pada tubuh manusia mempunyai fungsi sebagai berikut:

Otot merupakan alat gerak efektif yang melekat pada tulang. Otot-otot inilah yang menggerakkan tulang sehingga tubuh manusia dapat bergerak.

Sistem Pernapasan Manusia: Pengertian, Proses, Organ Dan Bagian Bagiannya

Otot-otot ini bekerja di luar kesadaran manusia atau tidak dikendalikan oleh otak. Otot berinti tunggal ini terdapat pada saluran pencernaan, pembuluh darah, bahkan dinding rahim.

Otot-otot ini mempunyai banyak inti dan menutupi kerangka sehingga sering disebut otot rangka. Otot aktif berdasarkan kesadaran atau instruksi dari otak.

Seperti namanya, otot ini terletak pada organ jantung. Otot-otot ini bekerja secara tidak sadar dan tidak mengikuti instruksi otak.

Menurut modul Sistem Gerakan Manusia, struktur otot terdiri dari serat-serat yang jika dilihat melalui mikroskop akan membentuk garis. Setiap serat mengandung ribuan filamen yang disebut miofibril.

Lks Sistem Saraf

Sistem kerangka manusia terdiri dari banyak tulang yang dihubungkan satu sama lain melalui persendian, sehingga memungkinkan adanya pergerakan. Jadi, persendian dapat diartikan sebagai titik pertemuan dua tulang atau lebih yang menunjang sistem gerak manusia.

Baca Juga  Sebutkan Maksud Dan Tujuan Allah Memberi Manusia Akal Dan Pikiran

, struktur sendi yang terdiri dari tulang rawan yang memungkinkan tulang/kerangka manusia dapat bergerak dengan mudah. Sendi juga dilapisi dengan selaput yang disebut sinovium yang mengeluarkan cairan kental untuk membantu menjaga kesehatan.

Secara umum, persendian berfungsi untuk menyambungkan tulang-tulang pada tubuh manusia, menopang berat badan, dan juga menunjang pergerakan tubuh. Berdasarkan arah atau jenis gerakannya, sendi dibedakan menjadi lima jenis, yaitu:

Berfungsi untuk membantu tulang bergerak bebas ke segala arah. Misalnya saja persendian antara tulang lengan atas dan bahu.

Kenali 4 Fungsi Sistem Rangka Dari Tulang Manusia

Berfungsi untuk menyambung dua tulang yang permukaannya rata untuk bergerak maju dan mundur. Misalnya saja tulang tangan, kaki, dan tulang belakang. Atau pernahkah terpikir betapa cepatnya tangan kita bergerak saat memegang benda panas? Dan, bagaimana kita bisa bernapas tanpa mengetahui cara bernapas bahkan saat kita tidur?

Nah, ternyata di dalam tubuh kita, Tuhan telah memberikan kita suatu sistem yang mempunyai peranan penting dalam mengatur dan mengatur segala proses dan komunikasi di setiap sel tubuh yaitu saraf.

Jika DNA dalam tubuh bertanggung jawab untuk menentukan warna mata atau warna kulit Anda, maka sistem saraflah yang mengontrol tubuh kita agar berfungsi dengan baik dan beradaptasi dengan perubahan saat ini.

Tubuh kita tidak akan dapat berfungsi dengan baik tanpa sistem yang mengendalikannya. Bahkan bisa dikatakan sistem ini merupakan sistem yang paling penting dalam tubuh kita.

Perangkat Pembelajaran Biologi Kelas Xi

Sistem saraf yang kompleks berinteraksi dengan sistem endokrin (sistem kelenjar yang mengeluarkan hormon) untuk mengendalikan dan mengatur aktivitas tubuh serta bekerja secara internal dan eksternal dengan mengirimkan, menerima dan mengatur sinyal dalam bentuk impuls listrik [1] .

Secara anatomi, sistem yang bekerja pada tubuh kita terdiri atas sistem saraf pusat (SSP, Sistem Saraf Pusat) dan sistem saraf perifer (PNS, Sistem Saraf Periferal) [1].

Organ yang menunjang sistem saraf pusat adalah otak dan sumsum tulang belakang. Karena peranannya yang begitu penting, maka semuanya dilindungi oleh kerangka rangka (tengkorak dan tulang belakang) [1].

Sedangkan sistem saraf tepi memuat seluruh jaringan serabut di luar sistem saraf pusat. Saraf dalam sistem kesehatan berasal dari otak dan sumsum tulang belakang dan membawa informasi antara sistem saraf pusat dan seluruh tubuh [1].

Keterkaitan Antara Sistem Gerak Dengan Sistem Saraf Pada Manusia Adalah

Sistem ini terdiri dari semua saraf yang berasal dari otak dan sumsum tulang belakang. Saraf ada yang terhubung langsung ke otak (saraf kranial) dan ada pula yang terhubung ke sumsum tulang belakang (saraf tulang belakang) [1].

Baca Juga  Teks Prosedur Cara Membuat Nasi Goreng

Berdasarkan fungsinya, sistem ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu sistem sensorik (aferen) dan sistem motorik (eferen). Sistem sensorik membawa informasi dari bagian tubuh lain ke sistem saraf pusat, sedangkan sistem motorik membawa informasi dari pusat ke bagian tubuh lainnya [2].

Pada sistem saraf tepi, sebagian saraf kranial mengandung saraf sensorik dan sebagian lagi mengandung serabut sensorik dan motorik. Saraf kranial seringkali melibatkan banyak hal seperti sensasi dan aktivitas otot di sekitar kepala dan leher [1].

Berbeda dengan saraf kranial, saraf tulang belakang menghubungkan dan mengirimkan informasi langsung dari sumsum tulang belakang. Setiap saraf akan menyebar ke bagian tubuh yang berbeda [1] .

Komputasi Sistem Saraf

Dengan analogi, sistem saraf pusat adalah CPU komputer yang bertanggung jawab untuk menerima informasi dan memprosesnya serta menafsirkan informasi tersebut untuk melakukan apa yang perlu dilakukan. Sedangkan sistem saraf tepi merupakan jaringan kabel yang saling terhubung untuk mentransfer informasi dari bagian lain komputer ke CPU atau sebaliknya.

Berdasarkan fungsinya, sistem ini dibagi menjadi 3 area yang menjalankan tiga fungsi utamanya, yaitu area sensorik sebagai fungsi sensorik, area integrasi, dan area respon sebagai fungsi motorik [3].

Pusat sensorik dan pusat reaksi merupakan bagian dari sistem saraf tepi, sedangkan pusat koordinasi merupakan bagian dari sistem saraf pusat. Ketiga area tersebut akan saling terhubung sehingga tubuh dapat memberikan respon yang sesuai terhadap stimulus yang dirasakan. Apa fungsinya?

Apabila perubahan terjadi dari dalam tubuh (perubahan keadaan internal tubuh) atau dari luar tubuh, maka perubahan tersebut akan dikenali oleh sel reseptor (bagian saraf tepi) sebagai rangsangan.

Peran Otot Fleksor Dan Otot Ekstensor Dalam Sistem Gerak Tubuh

Tubuh kita memiliki berbagai jenis reseptor untuk merasakan berbagai jenis rangsangan yang diterima. Misalnya saat kita mencium aroma makanan yang enak. Molekul-molekul berbau tersebut akan diterima oleh sensor di hidung dan merangsang respon pendengaran [4]. Stimulus yang dirasakan ini akan dikirim oleh sistem sensorik (aferen) ke sistem saraf pusat untuk diproses [3].

Pada bagian tengah, informasi yang diperoleh dari sistem aferen akan diintegrasikan dengan menghubungkan sistem sensorik dengan fungsi kognitif seperti memori, berpikir dan perasaan. Oleh karena itu, prinsip sentral akan memberikan instruksi kepada anggota lain (sistem) untuk memberikan jawaban tertentu [3].

Misalnya, ketika molekul bau ditransfer ke otak, informasi bau tersebut diproses dan disimpulkan bahwa makanan tersebut berbau harum. Kemudian otak akan mengarahkan anggota tubuh untuk merespon tindakan dan informasi tentang bau makanan yang enak [3].

Baca Juga  Apa Arti Yandex

Respon terhadap informasi (stimulus) yang diterima dari sistem saraf pusat digunakan melalui sistem motorik (eferen) untuk dikirimkan kepada pelaku. Keduanya berasal dan memperbaiki bagian saraf tepi [3].

Mengenal 12 Saraf Kranial Di Kepala Beserta Fungsinya

Sinyal yang dikirimkan dapat menyebabkan kontraksi tiga jenis otot pada manusia. Misalnya otot rangka berkontraksi untuk menggerakkan rangka saat kita berjalan, otot jantung berkontraksi untuk meningkatkan detak jantung saat berolahraga, atau otot polos berkontraksi saat sistem pencernaan memindahkan makanan melalui sistem pencernaan [3] .

Tak hanya itu, sistem saraf bahkan bisa memberikan instruksi untuk meningkatkan atau menghentikan produksi enzim tertentu di dalam tubuh. Dalam hal penciuman makanan, otak mengarahkan kelenjar ludah untuk memproduksi lebih banyak air liur dan “menyuruh” tangan untuk mengambil makanan tersebut [4].

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua gerakan sadar dan tidak sadar dalam tubuh kita, sistem saraf memandunya [3]. Lalu, pertanyaannya adalah mengapa?

Seperti yang kita ketahui bersama, sistem saraf kita dapat mengontrol tubuh kita secara sadar dan tidak sadar [3].

Sistem Saraf Pada Manusia: Pengertian, Bagian Dan Gangguannya

Sistem ini bertanggung jawab untuk mengendalikan fungsi tubuh sadar yang disebut sistem saraf somatik. Sedangkan saraf yang bertanggung jawab terhadap ketidaksadaran disebut saraf otonom [1].

Salah satu bentuk kerja saraf somatik adalah pergerakan otot pada kaki; ia mengirimkan informasi dari kulit, organ sensorik dan otot ke sistem saraf pusat, dan membawa respons kembali ke anggota tubuh untuk memberikan respons sukarela, meskipun beberapa respons mungkin bersifat refleks [1, 3]. Dengan kata lain, saraf somatik menimbulkan respon pada otot rangka [3].

Saraf otonom biasanya bekerja pada organ vital seperti jantung dan paru-paru. Fungsi utamanya adalah mengatur fungsi organ dalam, sehingga organ tersebut dapat beradaptasi dengan perubahan luar. Saraf ini bekerja pada otot polos, otot jantung dan kelenjar [3].

Dengan kata lain, sistem saraf otonom bekerja untuk mengontrol proses-proses yang terjadi di dalam tubuh kita tanpa kita harus memikirkannya terlebih dahulu agar dapat bekerja sesuai fungsinya. Artinya saraf otonom ini bekerja dengan sendirinya, saat kita bernapas, mencerna makanan, berkeringat, atau menggigil[3] .

Sistem Saraf Manusia

Saraf otonom halus

Penyakit pada sistem gerak, fungsi sistem gerak, fungsi sistem saraf tepi, fungsi utama sistem saraf, sistem gerak pada manusia, sistem gerak pada ikan, sistem gerak pada reptil, fungsi sistem gerak pada manusia, fungsi sistem saraf pada manusia, sistem gerak pada hewan, fungsi sistem saraf pusat, apa fungsi utama dari sistem saraf