Magetan

Antisipasi Klaster Sekolah di Magetan, Siswa-Guru Wajib Patuhi Prokes

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pembelajaran tatap muka (PTM) jilid dua akhirnya digeber mulai Senin (27/9). Siswa PAUD, SD, dan SMP kembali diperbolehkan belajar di luar jaringan (luring) dengan sejumlah pengetatan. ‘’Semoga PTM kali ini dapat terus berlanjut,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Magetan Suwata.

Pemandangan siswa berlarian masuk kelas kembali tersaji di sekolah-sekolah. Siswa diharuskan langsung masuk kelas setiba di sekolah. Mereka belajar selama tiga jam mulai pukul 07.00 hingga 10.00. Tidak ada jam istirahat dan kegiatan olahraga. ‘’Pulangnya langsung dijemput dan wajib langsung ke rumah,’’ terang Suwata, Selasa (28/9).

Pembatasan jumlah peserta belajar luring tidak berubah. Yakni, 50 persen atau 33,3 persen dari jumlah siswa per kelas. Jarak antar-tempat duduk diatur minimal satu meter. Seluruh peserta PTM wajib mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan (prokes). ‘’Digelarnya kembali PTM harus diikuti kedisiplinan dalam mematuhi prokes,’’ tegas Suwata.

Disdikpora mengimbau sekolah lebih berhati-hati. Berkaca dari munculnya klaster penularan Covid-19 dari pelaksanaan PTM di sejumlah daerah. Siswa yang sakit diminta tidak memaksakan diri untuk masuk sekolah. ‘’Begitu juga dengan guru. Kalau ada yang sakit, diminta tidak masuk dulu,’’ pesannya. (mg5/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button