Madiun

Anindyta Risti Pramudya, Karateka Masa Depan Kota Madiun

Dulu kalau Kalah Pasti Nangis

Kontingen Kota Madiun berhasil keluar sebagai juara umum kejuaraan karate tingat Jatim di Tulungangung pekan lalu. Salah satu medali emas disumbangkan Anindyta Risti Pramudya. Bagaimana sosoknya?

=======================

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos, Radar Madiun.

DENGAN posisi siap menyerang, mata Anindyta Risti Pramudya menatap tajam lawan di depannya. Saat lawan lengah, sebuah judan tsuki tepat mengarah ke muka rivalnya. Sejak itu pula konfidensi gadis 16 tahun tersebut semakin menebal hingga mampu mengalahkan lawannya dengan skor telak 5-1.

Momen itu terjadi saat Nindy –sapaan akrab Anindyta Risti Pramudya- turun di final kumite perorangan 59 kilogram kejuaraan karate terbuka antarpelajar dan mahasiswa se-Jawa Timur di Tulungagung Sabtu lalu (21/12).

Pada kejuaraan itu Kota Madiun yang menurunkan 28 karateka berhasil keluar sebagai juara umum.  Nindy dkk berhasil mengoleksi 8 emas, 3 perak, dan 5 perunggu. ”Padahal dua hari sebelum kejuaraan sempat cedera ringan,’’ kata Nindy.

Nindy menggeluti karate sejak duduk di kelas II SD. Saat usianya masih 10 tahun, dia berhasil meraih juara III Porkot Madiun 2013. Setelah itu, prestasi demi prestasi lainnya terus mengalir. Sepanjang tahun ini saja Nindy mampu mengoleksi 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu dari lima ajang kejuaraan.

Jika ditotal, hingga saat ini pelajar SMAN 1 Kota Madiun itu telah mengumpulkan sekitar 20 medali dari berbagai kejuaraan tingkat kota hingga provinsi. ”Dulu kalau kalah pasti nangis,’’ kenang putri pasangan Aris Bandi dan Siti Musyarafah itu.

Pada 2016 silam Nindy sempat lolos sebagai salah satu atlet Inkai Jatim Prestasi (IJP) yang diproyeksikan turun di berbagai kejuaraan bergengsi. ”Cita-cita saya bisa bertanding di ajang internasional seperti Asian Games,’’ ujar gadis yang juga piawai nyinden itu.

Moncernya prestasi Nindy tidak datang begitu saja. Melainkan harus melalui latihan keras sedikitnya empat kali dalam seminggu. Latihan sejak usia tujuh tahun itu pula dia menjadi pribadi yang tahan banting. ”Bahkan, kalau mendekati kejuaraan, tiap hari harus latihan,’’ tuturnya.

Meski begitu, tidak selamanya perjalanan Nindy meraih trofi juara berjalan mulus. Tahun lalu sebelum kejurprov dia sempat mengalami cedera tangan. Tulang kelingkingnya sampai menjorok ke dalam. ”Sekarang kalau memukul agak keras, rasa nyerinya sering kambuh,’’ ungkapnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close