features

Anin Tekuni Jasa Lukis Sketsa dengan Teknik Scribble

Menggambar sketsa wajah menggunakan teknik scribble mulai berkembang di Kota Madiun. Adalah Anindyka Alfisyah, warga Banjarejo, Taman, yang sejak 2018 menekuni metode terbaru seni lukis tersebut.

ELIT AS-FRISKA OF, Jawa Pos Radar Madiun

JEMPOL Anindyka Alfisyah seolah menari-nari di layar smartphone miliknya saat membuat arsiran ke berbagai arah. Beberapa menit kemudian, dari coretan yang terkesan ngawur itu muncul sosok mendiang John Lennon, anggota band legendaris The Beatles. ‘’Bikinnya pakai aplikasi Autodesk Sketchbook,’’ sebutnya, Senin (30/8).
Di kalangan seniman lukis, karya seni yang dihasilkan Anin –sapaan akrab Anindyka Alfisyah- itu dikenal dengan sebutan scribble art. Yakni, lukisan yang terkesan berantakan namun menghasilkan harmoni dan kesan artistik berbeda.

Anin menekuni scribble art sejak 2018 lalu. Sebelumnya, gadis 26 tahun itu biasa membuat sketsa wajah menggunakan pensil dan bolpoin. ‘’Seorang seniman bernama Erwin Saputra mengenalkan teknik scribble,’’ ujarnya. ‘’Belajar otodidak dari YouTube,’’ imbuh warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Banjarejo, Taman, itu.

Bagi Anin, membuat scribble art harus ditunjang mood bagus. Dalam kondisi seperti itu dia mampu menyelesaikan lima buah gambar dalam sehari. ‘’Kalau tiba-tiba bad mood, biasanya dengerin musik biar mood lagi,’’ kata alumnus salah satu sekolah tinggi ilmu kesehatan di Kota Madiun itu.

Selama ini Anin biasa mempromosikan jasa pembuatan sketsa wajah menggunakan teknik scribble lewat Instagram. Hasilnya, order dari berbagai daerah menghampirinya. Bahkan, dia pernah mendapat pesanan dari Australia dan Jepang. ‘’Kebanyakan untuk suvenir acara pernikahan dan wisuda,’’ ungkapnya. ‘’Beberapa pejabat juga pernah pesan ke saya,’’ imbuhnya.

Anin mematok jasa lukis sketsa scribble dengan tarif bervariasi mulai Rp 60 ribu hingga Rp 350 ribu. Sejauh ini dia melayani pesanan gambar berukuran 10R, 12R, dan 16R. ‘’Paling laku ukuran 10R,’’ sebut putri pasangan Zaman dan Srinatun itu.

Pandemi Covid-19 ternyata berdampak pada order yang mampir ke Anin. ‘’Dulu omzet bisa Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Tapi, sejak pandemi pernah satu bulan tidak ada pesanan sama sekali,’’ bebernya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button