Ngawi

Angka Wijaya, Peracik Kopi Ekselsa Sensasi Rasa Wine

NGAWI – Diracik Angka Wijaya, kopi menghadirkan sensasi rasa wine. Biji ekselsa pilihannya populer disebut kopi nangka. Pegiat kopi asal Ngrayudan, Jogorogo ini memulai semuanya dari eksperimen. Mengawali percobaannya dengan cery-cery (sebutan biji kopi merah) dari lima batang pohon miliknya. Ide itu tercetus setelah beberapa pemilik kafe menyambangi desanya. ‘’Katanya, kopi di sini langka dan memiliki cita rasa khas,’’ ujarnya.

Galih lantas belajar banyak tentang kopi. Baik dengan pegiat maupun berburu sumber referensi lainnya. Pertengahan 2018 dia memulai ekseperimennya. Terinspirasi dari kopi dengan sensasi wine dari berbagai daerah, Galih berniat menemukan formula serupa dengan tetap mengandalkan biji kopi yang banyak tumbuh di daerahnya. Cery-cery hasil kebun pribadi akhirnya difermentasi. ‘’Untuk fermentasinya, saya menghindari alkohol.’’

Galih menjajal fermentasi dengan air. Itu pula yang membuatnya gagal berkali-kali. Secangkir kopi hasil fermentasinya kurang mantab saat disesap. Beberapa kali percobaan, lidah Galih baru menemukan cita rasa kopi dengan sensasi wine setelah ferementasi 40 hari. Upayanya menciprati biji-biji kopi yang merah dengan air lalu dibekap rapat-rapat, membuahkan hasil. ‘’Para pegiat kopi di Ngawi banyak yang suka setelah saya kenalkan hasil temuan ini,’’ ungkap Galih.

Harga biji kopi hasil fermentasi Galih pun melejit. Dari puluhan tembus ratusan ribu per kilonya. Hasil eksperimennya kini tersedia di sejumlah kedai dan kafe di Bumi Orek-Orek. Guru teknik kendaraan ringan di SMKN 1 Kendal ini makin menebal kantongnya. Semua berawal dari kecintaannya menyeruput seduhan kopi. ‘’Tujuan lainnya, biar muncul lapangan pekerjaan baru. Paling tidak bagi pemuda-pemuda di sini,’’ katanya.

Sejumlah tahap memfermentasi bukan menjadi masalah besar bagi Galih. Dia biasa bersusah payah memilah cery-cery berkualitas. Sebab, merah biji kopi bukan jaminan. Hanya yang tenggelam saat direndam saja yang boleh difermentasi. Sebab, kalau ada biji yang kurang baik kualitasnya (yang mengambang) bisa merusak sensasi wine yang dimunculkan. ‘’Yang sulit itu mencari kopinya. Memang banyak di sini, tapi tidak semua pemiliknya mau memelihara dengan baik,’’ pungkas suami Andri Tri Wahyuni ini. (mg8/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button