Madiun

Angka Inflasi Melonjak Tajam, Dipicu Kenaikan Harga Rokok

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen baru diberlakukan Januari 2020 mendatang. Namun, harga rokok di pasaran Kota Madiun mulai merangkak naik. Hal itu berpengaruh terhadap laju inflasi November. Catatan badan pusat statistik (BPS) setempat, inflasi bulan lalu mencapai 0,16 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 134,56. Meningkat dibanding Oktober yang bertengger di angka 0,07 persen.

Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifudin mengungkapkan, kenaikan harga rokok menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi November lalu. Yakni, sekitar 0,08 persen. ‘’Produsen mulai menaikkan perlahan agar Januari 2020 konsumen tidak kaget,’’ kata Umar Rabu (4/12).

Dia memerinci, rokok kretek filter mengalami kenaikan 2,08 persen dan andil inflasi sebesar 0,04 persen. Sedangkan rokok putih naik 4,22 persen dengan andil inflasi 0,02 persen. Sementara, rokok kretek naik 0,90 persen dengan andil inflasi 0,015 persen.

Umar menyebut, besaran angka inflasi November tersebut menempatkan Kota Madiun di urutan ketujuh dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jatim. ‘’Prediksi kami, kenaikan harga rokok bulan ini semakin besar sehingga andilnya cukup besar pada inflasi Desember nanti,’’ ujarnya.

Dia membeberkan, inflasi tertinggi November terjadi di Kabupaten Sumenep, yakni 0,41 persen. Juga masuk enam besar adalah Kediri (0,38 persen), Probolinggo (0,31 persen), Jember dan Surabaya (0,28 persen), serta Banyuwangi (0,22 persen). ‘’Untuk Kota Madiun masih di bawah inflasi Jawa Timur dan di atas nasional,’’ ungkapnya.

Umar menambahkan, kenaikan harga beberapa komoditas utama lain turut mengerek angka inflasi. Bawang merah, misalnya, naik 12,94 persen dengan andil inflasi 0,04 persen, tomat naik 56,7 persen dengan andil inflasi 0,02 persen, dan telur ayam ras naik 3,85 persen dengan andil inflasi 0,02 persen.

Sebaliknya, sejumlah komoditas utama lain mengalami penurunan harga hingga menekan inflasi. Di antaranya, daging ayam ras, pisang, cabai rawit, wortel, pir, anggur, cabai merah, semangka, besi beton, dan perhiasan emas. ‘’Kami berharap pihak terkait dapat menindaklanjuti, terutama mengantisipasi bertepatan momen Natal dan tahun baru nanti,’’ ucapnya. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button