Magetan

Angin Sapu Seisi Kelas Satu SDN Mangge 2

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Bangunan salah satu kelas di SDN Mangge 2, Barat, Magetan, roboh pada Rabu siang (15/1). Konstruksi kayu yang diduga telah lapuk itu tak kuat lagi menyangga atap saat disapu angin kencang.

Kepala SDN Mangge 2 Titik Suharni memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut. Saat atap kelas runtuh, seluruh siswa di ruang terkait sudah pulang sekitar pukul 13.30. ‘’Yang roboh itu ruang kelas I,’’ katanya.

Sapuan angin kencang tak disertai hujan itu hanya merobohkan bagian atap. Tembok masih tegak berdiri sehingga tidak menimpa ruangan lainnya. Kerugian materiil dari insiden ini ditaksir sekitar Rp 120 juta. ‘’Tadi pagi (kemarin, Red) kami sudah minta tolong masyarakat sekitar untuk pembersihan,’’ ujarnya.

Untuk sementara waktu, siswa kelas I yang berjumlah sepuluh anak dipindahkan ke ruang kelas II. Sementara delapan siswa di kelas II dipindahkan ke musala. Tanda-tanda kerusakan sejatinya tampak sejak November lalu. Saat itu, banyak genting tersingkap tersapu angin. ‘’Saat dicek kami sudah dilapori kalau kuda-kudanya rapuh,” tuturnya.

Setelah itu, Titik langsung melaporkan kerusakan di sekolahnya  ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikpora) Magetan. Setelah pengecekan, langsung dikosongkan. Meja dan kursi juga dipindah. Ruang kelas beratapkan langit itu terakhir direhabilitasi sepuluh tahun lalu. Tentu, kegiatan belajar-mengajar (KBM) di musala kurang tepat. Selain tempat itu untuk salat, pembelajarannya lesehan. Tidak menggunakan meja dan kursi, hanya dampar. ‘’Kalau meja-kursinya dipindahkan sekalian ke musala, nanti mengganggu aktivitas salat,” katanya.

Kadindikpora Magetan Suwata mengungkapkan, di kabupaten ini terdapat puluhan sekolah rusak. Dari 470 SD yang masih aktif, 6 rusak berat dan 60 ringan. ‘’Karena awal rusaknya di akhir tahun, penganggarannya baru bisa dilakukan tahun ini,” ujarnya.

Untuk penanganan sementara, pihak sekolah diminta melakukan pembersihan. Sembari melakukan pengawasan agar siswa tidak mendekat ke ruangan yang telah roboh tersebut. ‘’Kami juga meminta Pemdes Purwodadi menghubungi pemilik lahan agar mengepras pohon bambu yang menjorok ke sekolah,’’ tuturnya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close