NgawiPeristiwa

Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Ngawi

Akses Ngawi-Solo Sempat Lumpuh

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Angin kencang masih rajin menyambangi wilayah Ngawi. Sepanjang dua pekan pertama Desember ini sedikitnya tiga kali hujan disertai angin kencang menerjang Bumi Orek-Orek. Imbasnya, puluhan pohon tumbang serta atap sejumlah rumah warga porak-poranda.

Taksiran BPBD setempat, kerugian materiil akibat kejadian tersebut mencapai ratusan juta rupiah. ‘’Paling sering terjadi di wilayah Ngawi selatan,’’ kata Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Alfian Wihaji Yudono Kamis (12/12).

Terakhir, lanjut pria yang akrab disapa Yoyok itu, Rabu petang (11/12) angin kencang menghempas tiga kecamatan. Yakni, Paron, Jogorogo, dan Kedunggalar. Pun, jalur Ngawi-Solo masuk Desa Jenggrik, Kedunggalar, sempat lumpuh akibat pohon besar tumbang melintang di jalan. ‘’Petugas dibantu warga langsung membersihkan batang pohon yang menutup akses jalan,’’ ujarnya.

Di Desa Tanjungsari, Jogorogo, pohon tumbang menimpa sejumlah rumah warga. Salah satunya rumah milik Manik. Pohon kluwih setinggi lima meter itu menimpuk bagian belakang bangunan tersebut hingga sebagian atapnya rusak.

Laporan lainnya, kata Yoyok, kanopi beberapa rumah warga beterbangan bersamaan terjangan angin kencang. ‘’Paling parah di Desa Babadan, Paron. Di sana satu rumah roboh,’’ ungkapnya.

Rumah yang roboh itu milik Katemin di Dusun Brendil. Selain bangunan tersebut ambruk akibat diterjang angin kencang, salah seorang penghuni rumah harus dilarikan ke puskemas usai tertimpa material kayu. ‘’Kejadiannya sekitar pukul 16.30. Genting beberapa rumah lainnya juga dilaporkan rusak,’’ tutur Yoyok.

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan disertai angin masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Sementara, hujan dengan intensitas tinggi diprediksi mulai Januari 2020 mendatang. ‘’Kami juga telah kumpulkan para relawan terkait antisipasi bencana lain seperti banjir,’’ pungkasnya. (gen/c1/isd)

Pedagang di Alun –Alun Merdeka Ngawi Pilih ’’Tiarap’’

SEPI: Para pedagang sisi barat Alun-Alun Merdeka Ngawi enggan berjualan saat langit diwarnai mendung tebal.

PEMANDANGAN di sisi barat Alun-Alun Merdeka Ngawi tidak seperti biasanya Kamis sore (12/12). Meski sudah hampir pukul 15.00, pedagang yang berjualan di lokasi tersebut bisa dihitung jari. Padahal, biasanya jumlahnya mencapai puluhan. ‘’Mungkin takut ada angin kencang lagi,’’ kata Aan Andrianto, salah seorang pedagang.

Aan menyebut, biasanya lebih dari 20 pedagang berjualan di lokasi tersebut. Itu belum termasuk penjual dadakan yang tiba-tiba muncul ikut mengais rezeki. ‘’Mendungnya gelap sekali. Mungkin akan turun hujan lebat,’’ ujarnya. ‘’Sekarang pembeli juga sepi,’’ imbuh Aan.

Sejak berjualan tiga tahun silam, baru kali ini angin kencang kerap terjadi di kawasan alun-alun hingga merusak fasilitas para pedagang. Pun, Aan berharap adanya bangunan permanen untuk mengurangi dampak angin kencang. ‘’Padahal ini baru awal musim penghujan, takutnya nanti cuacanya semakin ekstrem,’’ ucapnya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button