MagetanPeristiwa

Angin Kencang Terjang 6 Kecamatan di Magetan

Pohon Bertumbangan, Satu Jembatan Ambrol

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Angin kencang menerjang enam kecamatan di Magetan Selasa sore (10/12). Yakni, Kecamatan Sidorejo, Panekan, Karas, Sukomoro, Maospati, dan Barat. Akibatnya, pohon besar bertumbangan melintang di jalan. Sejumlah bangunan juga rusak tersapu angin. ‘’Warung saya roboh,’’ kata Sutarno, pemilik warung di dekat lapangan Desa Cepoko, Panekan, Magetan.

Beruntung ketika angin menerjang sekitar pukul 15.00 warungnya sudah tutup. Sehingga, tidak ada korban manusia. Namun, atap warung tersingkap. Dinding warung berupa papan kayu roboh. Seluruh barang di warungnya tertimpa bangunan. ‘’Masih ada sebagian yang bisa diambil,’’ ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Glodok-Simo, Desa/Kecamatan Karas; jalan penghubung Desa Bogem-Truneng, Desa Bogem, Sukomoro; Jalan Raya Turi-Banjarejo, Panekan; RT 01, RW 01, Desa Cepoko, Panekan; jalan penghubung Desa Terung-Widorokandang; dan RT 10, RW 02, Desa Getasanyar, Sidorejo. ‘’Juga ada di Desa Karangsono dan Tebon, Kecamatan Barat,’’ ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra.

Fery menyebut pohon tumbang sudah ditangani. Sedangkan bangunan rusak masih didata. Pun sebagian besar sudah ditangani warga sendiri. Pihaknya hanya memantau. ‘’Kerusakan tidak terlalu parah. Sementara belum ada laporan korban jiwa atau luka,’’ ujarnya.

Diketahui, dua pekan terakhir Magetan diguyur hujan lebat dan angin kencang. Bahkan, pekan lalu mengakibatkan jembatan penghubung Desa Sukowidi, Nguntoronadi, ambrol diterjang derasnya air. Tumpukan sampah yang menyangkut mengancam konstruksi jembatan. BPBD bersama dinas PUPR menangani kejadian tersebut. ‘’Kejadiannya Jumat malam (6/12),’’ sebutnya.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat selalu waspada jika terjadi hujan lebat disertai angin puting beliung. Juga downburst atau angin kencang dari awan kumulonimbus berkecepatan mencapai 63 kilometer per jam dengan durasi lima sampai 15 menit. Berdasarkan kondisi atmosfer terbaru, prakiraan terjadi peningkatan curah hujan signifikan pada Januari hingga Maret 2020. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close