MadiunPeristiwa

Angin Kencang Ambrukkan Atap Bangunan Bagian Selatan GOR Bulutangkis

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Atap bangunan GOR bulutangkis ambruk Senin (9/3). Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Angin kencang diduga menjadi penyebab utama atap dan dinding kalsiboard sebelah selatan gedung tersebut ambruk. ‘’Mungkin karena beban (tiupan) angin yang sangat kuat,’’ kata Kasi Sarana Prasarana Wisma Haji, GOR, Lapangan Olahraga, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Suratno.

Atap dan dinding GOR bulutangkis yang ambruk itu sepanjang 35 meter dengan tinggi sekitar empat meter. Fasilitas olahraga tersebut dibangun sekitar tahun 2014 lalu.

Pascakejadian petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) langsung mengecek lokasi tersebut. Hanya, mereka belum bisa memastikan nilai kerugian dari peristiwa itu. Tapi, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Untuk sementara, aktivitas di GOR Bulutangkis dihentikan demi keamanan. Sebab, dinding bagian atas menganga. Sehingga, angin dan air hujan bisa masuk ke dalam gedung,’’ terang Sekretaris DPUTR Kota Madiun Jariyanto. (kid/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Atap bangunan GOR bulutangkis ambruk Senin (9/3). Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Angin kencang diduga menjadi penyebab utama atap dan dinding kalsiboard sebelah selatan gedung tersebut ambruk. ‘’Mungkin karena beban (tiupan) angin yang sangat kuat,’’ kata Kasi Sarana Prasarana Wisma Haji, GOR, Lapangan Olahraga, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Suratno.

Atap dan dinding GOR bulutangkis yang ambruk itu sepanjang 35 meter dengan tinggi sekitar empat meter. Fasilitas olahraga tersebut dibangun sekitar tahun 2014 lalu.

Pascakejadian petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) langsung mengecek lokasi tersebut. Hanya, mereka belum bisa memastikan nilai kerugian dari peristiwa itu. Tapi, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. ‘’Untuk sementara, aktivitas di GOR Bulutangkis dihentikan demi keamanan. Sebab, dinding bagian atas menganga. Sehingga, angin dan air hujan bisa masuk ke dalam gedung,’’ terang Sekretaris DPUTR Kota Madiun Jariyanto. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button