Mejayan

Anggaran Terbatas, Perbaikan Aset Mangkrak di Kota Madiun Tak Bisa Jor-joran

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun tidak bisa jor-joran membenahi aset mangkrak di Kota Madiun tahun depan. Turunnya kekuatan APBD hingga Rp 200 miliar dari tahun ini Rp 1,9 triliun menjadi musababnya. ‘’Kemungkinan tidak semua titik akan diperbaiki,’’ kata Ketua DPRD Kabupaten Madiun Ferry Sudarsono Rabu (4/11).

Badan anggaran (banggar) menyetujui rencana tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) memperbaiki aset terbengkalai di kota tetangga. Skala prioritas perlu diterapkan menilik menipisnya anggaran tahun depan. Selain memastikan nilai dana pembenahan, juga menentukan bangunan yang bakal diperbaiki. ‘’Penanganan aset memang penting dalam pemerintahan. Tapi, kebutuhan penting lainnya juga tidak boleh dikesampingkan,’’ ujarnya.

Aset bangunan di Kota Madiun antara lain bekas kantor dinas perikanan, dinas koperasi dan UMKM, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, bekas rumah dinas peternakan dan rumah dinas kepala dinas kesehatan. Aset pemkab yang terbengkalai bukan hanya di Kota Madiun. Salah satunya bekas gedung dewan koperasi Indonesia (dekopinda) di Desa Gunungsari, Madiun.

Ferry belum bisa memastikan titik aset yang akan direvitalisasi. Penentuannya dengan memperhatikan sejumlah faktor. Salah satunya strategis tidaknya lokasi. ‘’Kami juga mengusulkan aset di Desa Gunungsari (gedung dekopinda, Red) untuk dimanfaatkan melihat lokasinya yang strategis,’’ ucap politikus PDI Perjuangan itu.

Sekdakab Madiun Tontro Pahlawanto memberi sinyal pembenahan total. Entah perbaikan atau perobohan gedung yang rusak parah. ‘’Perbup tentang aset juga akan diubah. Supaya ketentuan-ketentuan pembenahan total lebih jelas,’’ katanya.

Tontro sependapat penerapan skala prioritas. Baik aset di Kota Madiun maupun di Kabupaten Madiun. Strategis tidaknya lokasi nantinya ditinjau. ‘’Seperti di tepi Jalan Suhud Nosingo (bekas KPU, Red). Itu dulu pernah disewa pihak ketiga. Tapi, semua masih dalam pembahasan,’’ paparnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button