Mejayan

Anggaran Pemkab Madiun Digerogoti Covid-19

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kantong Pemkab Madiun tahun ini kian kempis. Pandemi Covid-19 memaksa pemerintah pusat menyunat sebagian dana untuk daerah. Belum lagi pemkab mesti melakukan refocusing. ‘’Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus menyesuaikan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi,’’ kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Madiun Suntoko, Rabu (12/5).

Dana alokasi umum (DAU) dan dana insentif daerah (DID) merupakan dua sumber anggaran dari pemerintah pusat. Pemotongan pusat dan refocusing pun menyasar dua sumber anggaran tersebut tahun ini. ‘’Alokasi awal DAU Rp 834 miliar. Kemudian dipotong pusat hingga menjadi Rp 807,3 atau sekitar Rp 26,7 miliar,’’ ungkap Suntoko.

Tidak berhenti sampai di situ, pemkab juga harus melakukan refocusing DAU tersebut. Total Rp 64,6 miliar. Sehingga, DAU final Pemkab Madiun tahun ini tinggal Rp 743,4 miliar. ‘’Sesuai ketentuan, refocusing DAU adalah delapan persen,’’ sebutnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button