Ngawi

Anggaran Dialihkan, Pemkab Ngawi Tunda Bangun Mal Pelayanan Publik

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Langkah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi membentuk mal pelayanan publik (MPP) tertunda. Persoalannya karena anggaran kegiatan tersebut terealokasi untuk penanganan Covid-19. ‘’Arahnya memang mau jadi MPP. Tapi, sementara prosesnya dihentikan karena anggaran kena refocusing,’’ kata Kepala DPMPTSP Ngawi Totok Sudaryanto, Selasa (16/3).

Menurutnya, syarat membangun MPP harus mengintegrasikan data dengan berbagai layanan. Mulai pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD, hingga swasta harus padu. Koordinasi dari masing-masing instansi tersebut harus intens. Memegang prinsip akuntabilitas untuk mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). ‘’MPP harus bisa diakses seluruh lapisan masyarakat secara manual maupun digital dan lokasinya mudah dijangkau,’’ ujarnya.

Menurut dia, lokasi pelayanan satu pintu (PSP) telah memenuhi standardisasi sebagai MPP. Yaitu, berada di jantung kota dan bisa dijangkau seluruh warga Ngawi. Meski strategis, namun ruangannya masih terbatas. Pihaknya belum dapat menambah counter layanan publik secara masif. ‘’Saat ini baru berkoordinasi dengan kantor pelayanan pajak pratama,’’ ucapnya. (mg3/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close