Madiun

Anggaran Belanja Lebih Besar dari Pendapatan, Defisit Rp 198,4 Miliar

‘’Saat ini, kami tengah mengoptimalkan pola ekstensifikasi dan intensifikasi. Jadi, mengefisienkan sumber pajak yang ada.’’ Maidi, Wali Kota Madiun

——————————

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 Kota Madiun memasuki pembahaan. Kekuatan anggaran tahun depan diproyeksikan sekitar Rp 1,06 triliun. Sedangkan kebutuhan belanja daerah direncanakan Rp 1,25 triliun. Atau defisit sekitar Rp 198,4 miliar.

Dalam nota keuangan yang disampaikan Wali Kota Madiun Maidi Jumat lalu (27/9), defisit tersebut akan ditutup pembiayaan neto. Maidi juga menyebut RAPBD tahun depan masih bergantung dana pusat. Komposisinya 70,09 persen untuk pos dana perimbangan berbanding 21,69 persen pendapatan asli daerah (PAD).

Namun, Maidi berdalih kondisi tersebut tidak hanya dialami Pemkot Madiun. Pemerintah daerah (pemda) lainnya juga. Meski begitu, dia berupaya mengoptimalkan potensi sumber pendapatan baru. ‘’Saat ini, kami tengah mengoptimalkan pola ekstensifikasi dan intensifikasi. Jadi, mengefisienkan sumber pajak yang ada,’’ katanya.

Pola itu diwujudkan dalam rencana penggunaan tapping box di beberapa hotel dan restoran. Alat tersebut dapat merekam transaksi pajak di tempat usaha wajib pajak. ‘’Mulai bulan depan pola itu kami terapkan. Pembiayaannya memanfaatkan dana CSR, bukan APBD. Karena kalau nunggu APBD, baru bisa digunakan tahun depan,’’ terang Maidi.

Maidi juga berusaha memaksimalkan potensi PDAM Tirta Taman Sari, PD Bank Daerah, dan PD Aneka Usaha untuk mendongkrak PAD. PDAM tahun ini hanya dibebani sekitar Rp 6 miliar. Sedangkan PD Aneka Usaha sekitar Rp 750 juta. ‘’Saya sudah minta direktur dua perusda itu membuka peluang usaha baru kalau memang sesuai bidangnya,’’ ujarnya.

Dia mencontohkan PD Aneka Usaha akan membuka kafetaria di area SPBU Mayjen Sungkono. Begitu juga PDAM Tirta Taman Sari, didorong memproduksi air mineral. ‘’Biasanya kita mendatangkan dari Surabaya, masak kita nggak bisa mengemas sendiri. Padahal, kita juga punya air sendiri,’’ katanya.

Maidi optimistis upaya itu berpeluang menambah PAD. Apalagi, nantinya juga disertai peningkatan kualitas produk secara berkala. ‘’Silakan buka (produk) air kemasan,’’ pintanya.

Hal yang sama berlaku untuk PD Bank Daerah. Pihaknya sudah memperbaiki manajemen internal perusahaan. Termasuk menetapkan bunga kredit enam persen. ‘’Kalau perputarannya (kredit) bagus, nanti akan kami tambah lagi anggarannya (penyertaan modal, Red),’’ beber Maidi.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra (AR) menyatakan, pembahasan RAPBD 2020 hampir bersamaan dengan Raperda RPJMD 2019-2024. Hanya berselang satu hari. Dewan akan mendahulukan RPJMD. Sesuai jadwal badan musyawarah (banmus) akan diselesaikan sebelum 11 Oktober.

‘’Sesuai permintaan pemprov, 11 Oktober RPJMD harus sudah dikirim. Sedangkan untuk RAPBD, berkasnya dikirim dulu ke provinsi. Kami melakukan tahapan awal pembahasan antara eksekutif dengan komisi,’’ kata AR. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close