Pacitan

Anggaran Bansos Dipangkas Separo

PACITAN – Meski potensi bencana alam di Kabupaten Pacitan terbilang tinggi, namun pemkab setempat justru memangkas anggaran dana bantuan sosial (bansos) kebencanaan pada 2019 ini. Tak tanggung-tanggung, turun 50 persen. Dari sekitar Rp 600 juta tahun lalu, kini tinggal berkisar Rp 300 juta. ‘’Tahun lalu kita gunakan juga sekitar itu (Rp 300 juta, Red),’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo kemarin (25/2).

Didik menyebut penyusutan anggaran tersebut mempertimbangkan penggunaan anggaran tahun sebelumnya. Pasalnya, pada 2018 lalu pihaknya hanya mencairkan sekitar Rp 300 juta. Nominal tersebut hanya setengahnya dari yang dianggarkan pemkab. ‘’Bansos kebencanaan yang disalurkan tahun lalu tak sampai segitu (Rp 600 juta, Red),’’ ujarnya.

Meski begitu, untuk awal tahun ini telah disalurkan sekitar Rp 50 juta. Bantuan tersebut untuk lebih dari 75 kejadian. Karena itu, pihaknya memprediksi anggaran bansos kebencanaan tersebut bakal mencukupi hingga akhir tahun ini. ‘’Masih ada slot lain, seperti dana kedaruratan yang sewaktu-waktu dapat digunakan dan juga bantuan dari OPD (organisasi perangkat daerah, Red) lainnya,’’ ungkap Didik.

Bansos kebencanaan, lanjut Didik, disalurkan saat kejadian bencana. Seperti tanah longsor dan angin kencang yang merusak rumah warga lalu. Setiap warga yang terdampak bakal dinilai tingkat kerusakannya. Bila tergolong rusak ringan mendapat bantuan sekitar Rp 1 juta. Rusak berat bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. ‘’Kalau lebih dari Rp 5 juta langsung ditransfer,’’ jelasnya.

Bantuan tersebut untuk meringankan masyarakat yang terkena musibah. Terutama jangka pendek pascabencana. Sehingga, warga terdampak tak akan bingung untuk memenuhi kebutuhan. Terlebih untuk kegiatan gotong royong atau perbaikan ringan. ‘’Kalau ada yang mengajukan kurang dari Rp 1 juta biasanya kita bantu sembako,’’ terangnya.

Namun demikian, Didik tak menampik potensi bencana di Pacitan memang cukup tinggi. Sebab, topografi Pacitan terdiri dari perbukitan serta berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia. Sehingga, rawan banjir, tanah longsor, tsunami, dan gempa. Dia berharap warga paham potensi kebencanaan di wilayah masing-masing agar dapat mengambil keputusan sewaktu terjadi bencana. ‘’Banyak yang menjuluki Pacitan gudangnya bencana. Karena lengkap, semua ada,’’ pungkasnya. (mg6/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button