Pacitan

Analisis Terbaru BMKG: Sesar Grindulu Berpotensi Lindu

PACITAN – Potensi gempa tak hanya datang dari lempeng Indo-Australia di selatan Pulau Jawa. Ancaman lainnya juga muncul dari sesar Grindulu. Patahan sesar di permukaan tanah Pacitan itu patut diwaspadai. ‘’Masyarakat harus bisa menyikapinya dengan kesiapsiagaan,’’ kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Nganjuk Muh. Chudori saat berkunjung ke Pacitan lalu.

Pemetaan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika itu, Pacitan tepat berada di atas sesar. Dengan panjang lempengan membentang ke utara dan timur laut hingga Jombang. Sesar itu sewaktu-waktu bisa aktif dengan berbagai penyebab. Salah satunya dorongan dari megatrans di bawah sesar yang bakal memengaruhi lempeng di atasnya. ‘’Jika saya amati dari peta, di aliran sungai itu juga termasuk aliran dari sesar Grindulu,’’ ujarnya.

Saat sesar bergerak, sangat mungkin terjadi lindu. Dengan taksiran kekuatan tak sampai 6 skala Richter (SR). Patut diwaspadai lantaran sesar di permukaan bakal berdampak besar bagi Pacitan. Chudori pun menduga aktivitas pergerakan tanah dan longsor beberapa waktu lalu tak lepas dari pengaruh pergerakan sesar tersebut. ‘’Sesar ini disebabkan lempeng Indo-Austria dan Indo-Pasifik yang saling menekan,’’ jelasnya.

Selain di Grindulu, lanjut Chudori, dua sesar lain terdapat di belahan Jawa lainnya. Yakni, sesar Opak di Jogjakarta dan sesar Sendeng yang membentang dari Semarang hingga Surabaya. Karenanya, semakin sering gempa berskala kecil terjadi, sesar dan lempeng perlahan semakin terkikis. ‘’Lama-lama akan terkikis dan mengurangi risiko gempa besar,’’ urainya.

Chudori meminta masyarakat tak cemas. Di daerah mana pun di Indonesia juga banyak ancaman bencana serupa. Paling utama, kata dia, bagaimana masyarakat bisa beradaptasi dengan alam sekitarnya. (mg6/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button