Ngawi

Anak-Lansia Tak Masuk Sasaran Vaksinasi

Dinkes Bentuk Tim Vaksinator Puskesmas

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Persiapan vaksinasi Covid-19 masal di Ngawi mulai dilakukan meski hingga saat ini belum ada petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. ‘’Yang kami terima baru sebatas draf juknis pelaksanaan vaksinasi,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ngawi drg Endah Pratiwi Senin (9/11).

Meski secara garis besar diyakini tak banyak perubahan, pihaknya tetap tidak berani menggunakan draf dari kementerian terkait itu sebagai pedoman. ‘’Informasinya (draf) masih akan dirapatkan lagi di dinkes provinsi tanggal 18-20 November nanti. Setelah rapat itu mungkin baru diketahui kejelasannya,’’ ujar Endah.

Kendati demikian, Endah menyebut pihaknya telah menyiapkan petugas vaksinator. Kelak setiap puskesmas dibentuk tim terdiri lima orang. Tiga tenaga medis dan dua nonmedis. ‘’Mereka yang sudah mendapatkan pelatihan vaksinator, nanti diharapkan bisa mengajarkan kepada petugas medis lainnya,’’ tuturnya.

Berdasarkan hitungannya, jika setiap puskesmas terdapat 30-50 tenaga medis maupun nonmedis, kelak melibatkan lebih dari 500 orang. ‘’Memang butuh banyak orang yang bisa menjadi vaksinator karena sasaran vaksinasi nanti juga banyak,’’ papar Endah.

Sesuai proyeksi Dinkes Jatim, sasaran vaksinasi di Ngawi mencapai sekitar 468 ribu orang. Angka itu diperoleh dari jumlah warga berusia 18-59 tahun di daerah setempat. Meski begitu, data bisa berubah mengingat ada beberapa syarat khusus bagi warga yang akan divaksinasi.

Syarat khusus itu, misalnya, warga dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit komorbid. ‘’Kalau dari range usia itu diketahui ada yang punya penyakit komorbid ketika dilakukan skrining, berarti tidak dapat divaksin,’’ ungkapnya.

Lalu, bagaimana dengan kelompok anak-anak, remaja, dan lanjut usia (lansia)? Endah menyebut tidak menjadi sasaran vaksinasi karena masuk kategori usia rentan. Kendati demikian, mereka bisa tetap aman. Sebab, proses vaksinasi secara tidak langsung akan membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). ‘’Dengan adanya itu diharapkan tidak sampai menularkan ke kelompok rentan,’’ ucapnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button